
hariansuara.com, Jakarta - Dua relawan teknis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) DR. Ir. Idrus M. Alatas, MSc dan Ir. Rizal Syarifuddin bertolak ke Yangon, Myanmar, Senin lalu, untuk melanjutkan proses pembangunan rumah sakit setelah sekitar dua pekan menunggu izin dari Kementerian Luar Negeri Myanmar.
Dari ibukota Rakhine State ini, tim akan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke lokasi pembangunan RS Indonesia dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam.
Idrus yang juga merupakan Ketua Divisi Konstruksi MER-C sekaligus Penanggung jawab Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Myanmar mengatakan bahwa tujuan kunjungan kali ini adalah untuk melakukan pengukuran dan penentuan titik-titik bangunan kompleks RS Indonesia. Pengukuran akan dikerjakan bersama dengan kontraktor lokal pemenang tender.
"Saya dan Pak Rizal akan melakukan pengukuran bersama kontraktor lokal pemenang tender tahap dua, sekaligus menentukan titik-titik seluruh bangunan yang akan berada di dalam kompleks RS Indonesia," tutur Idrus dalam keterangan MER-C.
"Setelah proses pengukuran ini, kami berharap Rakhita Ah Linn, kontraktor lokal yang kami tunjuk bisa segera memulai pembangunan tahap dua berupa rumah dokter dan rumah perawat," tambahnya.
Relawan yang telah berpengalaman dalam membangun rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina ini juga menjelaskan bahwa agenda penting lainnya dalam kunjungannya ke Rakhine adalah pra tender pembangunan tahap tiga, yaitu pembangunan bangunan utama RS Indonesia.
"Target penting kami lainnya adalah untuk pra tender pembangunan tahap tiga dengan beberapa calon kontraktor lokal, sehingga setelah pembangunan rumah dokter dan perawat selesai kami harap bisa segera dilanjutkan dengan pembangunan bangunan utama rumah sakit," imbuhnya.
Misi tim teknis dijadwalkan berlangsung selama 5 hari hingga Jumat (27/10) mendatang. Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan yang sudah dilakukan MER-C sejak mendirikan RS Indonesia di Gaza, Palestina.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU