
hariansuara.com, Kairo - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan, sebuah "tindakan Keras " akan dilakukan untuk menanggapi serangan masjid di provinsi Sinai Utara yang menyebabkan ratusan orang terbunuh.
"Tentara dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan mengembalikan keamanan dan stabilitas dengan kekuatan dalam waktu singkat," katanya dalam pidato di televisi. "Serangan semacam itu bertujuan menghancurkan persatuan kita, tapi akan memperkuat tekad kita untuk mengalahkan terorisme," tambahnya.
Sebuah alat peledak yang ditanam di luar masjid dekat kota Arish meledak, sebelum gerilyawan melepaskan tembakan ke arah masjid tersebut. Serangan terjadi di desa Rawda di Beir el-Abad, 40 km dari Arish.
Aksi biadab Ini adalah pertama kalinya sebuah masjid menjadi sasaran gerilyawan di Mesir. Serangan teror tersebut telah menimbulkan kecaman lokal dan internasional.
Amerika Serikat mengutuk serangan tersebut. "Kami harus secara kolektif mendiskreditkan ideologi ekstremis yang menjadi dasar keberadaan mereka," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.
Presiden Donald Trump, dalam sebuah tweet, menyebut serangan tersebut sebagai "serangan teroris yang mengerikan dan pengecut. “ Dia menambahkan, "Dunia tidak dapat mentoleransi terorisme, kita harus mengalahkan mereka secara militer dan mendiskreditkan ideologi ekstremis yang menjadi dasar keberadaan mereka."
Sementara itu, Pangeran Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman mengecam keras dan mengatakan aksi itu sebagai "tindakan teroris pengecut yang membunuh orang-orang di salah satu rumah Tuhan."
Presiden Italia Sergio Mattarella mengirim ucapab belasungkawa atas para korban. Dia juga menyatakan solidaritas negaranya dengan Mesir dalam perang melawan terorisme.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengecam keras serangan teror tersebut dan menyuarakan solidaritasnya dengan Mesir. "Terorisme tidak menargetkan Mesir saja, tapi juga menargetkan seluruh negara Arab," kata Abbas
Utusan Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah menekankan dukungan negara Teluk untuk Mesir.
Sedangkan Kepala Delegasi Uni Eropa ke Mesir, Duta Besar Ivan Surkos, mengecam serangan tersebut, menggambarkannya sebagai tindakan teroris barbar terhadap warga sipil yang tidak berdosa.
Duta Besar Prancis untuk Mesir Stéphane Romatet juga mengecam serangan teroris tersebut, menggambarkannya sebagai tindakan yang brutal dan memalukan. Dia menegaskan Perancis berdiri di samping Mesir.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU