
hariansuara.com, Washington - Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara telah meluncurkan sebuah rudal balistik.
Hal ini didasari dari penilaian Departemen Pertahanan AS dan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) yang menunjukkan rudal tersebut diluncurkan pada pukul 1:17 malam atau 3:17 a.m. waktu Seoul (1817 GMT).
Departemen Pertahanan AS mengatakan ebuah penilaian awal menunjukkan rudal tersebut merupakan rudal balistik antar benua (ICBM).
“Rudal diluncurkan dari Sain Ni di DPRK, dan menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer sebelum jatuh ke laut Jepang,” kata juru bicara Pentagon Robert Manning dikutip Xinhua, Rabu, (29/11).
JCS mengatakan sebuah rudal balistik tak dikenal diluncurkan dari lokasi dekat Pyongsong di Provinsi Pyongan Selatan Korea Utara.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Presiden A.S. Donald Trump telah diberitahu tentang peluncuran rudal tersebut, "Pilihan diplomatik tetap bertahan dan terbuka, untuk saat ini," kata Sekretaris Negara Rex Tillerson.
Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk menempuh jalur amai menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Peluncuran rudal terbaru dari Korut ini terjadi seminggu setelah Amerika Serikat memasukkan Korut sebagai "sponsor negara untuk terorisme"yang dilihat oleh beberapa ahli kemungkinan akan meningkatkan konfrontasi yang sedang berlangsung antara Pyongyang dan Washington.
Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri China meminta lebih banyak upaya untuk mengurangi ketegangan isu nuklir Semenanjung Korea dan menyelesaikan masalah tersebut melalui dialog dan konsultasi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU