
hariansuara.com, Washington - Orang tua dari seorang gadis kelas lima di negara bagian Colorado mengatakan anak perempuannya bunuh diri setelah diintimidasi di sekolah.
Ashawnty Davis, 10 tahun, meninggal Rabu lalu di sebuah rumah sakit anak-anak setempat, dua minggu setelah dia ditemukan gantung diri di lemari di rumah.
Pada akhir Oktober, gadis itu terlibat dalam perkelahian di sekolah. Orang tuanya mengklaim putrinya berkelahi karena sedang menghadapi pengganggu. Pertarungan tersebut direkam oleh siswa lain dan diposkan di sebuah aplikasi bernama Musical.ly.
Perusahaan aplikasi membuat pernyataan mereka benar-benar sedih mendengarnya.
Orang tua tersebut berkeras bahwa Cherry Creek School District seharusnya berbuat lebih banyak untuk menghentikan intimidasi yang menyebabkan kematian anak perempuan mereka. Menurut mereka, insiden intimidasi telah terjadi dalam sejumlah kasus yang melibatkan remaja selama beberapa tahun terakhir.
Distrik sekolah mengeluarkan pernyataan yang berbunyi"Kami tidak mentoleransi intimidasi dalam bentuk apapun di sekolah kami dan kami memiliki program pencegahan intimidasi menyeluruh yang ada di semua sekolah kami,"
Orang tuanya sekarang bertekad meminta pendidik bertanggung jawab atas kasus-kasus intimidasi dan menerapkan kebijakan anti-intimidasi secara benar di sekolah.
"Dengan nafas terakhir dalam hidup saya, saya akan memastikan anak-anak malang itu bisa pergi ke sekolah dengan nyaman dan belajar,"kata ibu sang gadis dikutip Xinhua, Senin, (12/4).
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU