
hariansuara.com, Ramallah - Palestina memuji resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengecam pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Nabil Abu Rdineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa resolusi tersebut mengungkapkan dukungan masyarakat internasional untuk hak-hak Palestina. "Ancaman Trump kepada anggota PBB tidak mencegah mereka untuk memilih resolusi," kata Abu Rdineh dikutip Xinhua, Jumat, (22/12).
Walaupun Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan ke negara-negara yang memilih resolusi tersebut. "Pernyataan Trump tidak akan pernah mengubah kenyataan bahwa Yerusalem adalah wilayah yang diduduki dan hukum internasional berlaku untuk itu," tegasnya.
Sebelumnya pada hari Kamis, sebuah resolusi yang menyerukan Washington untuk membatalkan pengakuannya baru-baru ini terhadap Yerusalem. Resolusi tersebut menegaskan kembali pendirian konstan PBB di kota suci yang terpecah sejak 1967. Artinya, status akhir Yerusalem harus diputuskan dalam perundingan langsung antara Israel dan Palestina.
"Pemungutan suara adalah "ke arah yang benar dan kemenangan hak sah Palestina," kata Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU