.jpeg)
hariansuara.com, Davao - Tiga puluh tujuh orang tewas dalam kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di kota Davao, Filipina Selatan.
Seorang Petugas Kebakaran di lokasi kejadian mengatakan kemungkinan 37 orang yang bertahan hidup adalah "nol". Paolo Duterte, wakil walikota Davao, yang juga anak presiden, menulis di sebuah pos Facebook.
"Kebakaran dimulai di Mall NCCC empat lantai pada hari Sabtu pagi dan orang-orang terjebak di dalam, termasuk di sebuah call center di lantai atas, " tutur Ralph Canoy, petugas polisi di distrik tersebut.
Canoy mengatakan, kebakaran tersebut masih berlangsung sebelum fajar pada hari Minggu pagi, hampir 24 jam kemudian.
"Kebakaran dimulai di lantai tiga, yang menampung produk seperti kain, perabotan kayu dan barang plastik, sehingga api cepat menyebar dan butuh waktu lama untuk memadamkannya," katanya.
Dia mengatakan, penyidik yakin beberapa dari mereka yang tewas telah terjebak di call center, yang beroperasi 24 jam sehari. "Mungkin saja saat mereka bekerja, mereka tidak menyadari kebakaran menyebar," kata Canoy.
Presiden Rodrigo Duterte, yang menjabat sebagai walikota Davao selama dua dekade dan tinggal di kota tersebut, mengunjungi mal tersebut pada Sabtu malam untuk menghibur kerabat para korban
Davao, dengan populasi sekitar 1,5 juta orang, merupakan kota terbesar di Filipina selatan. Jaraknya sekitar 1.000 kilometer selatan Manila. Kebakaran mematikan terjadi secara teratur di Filipina, terutama di daerah kumuh dimana hampir tidak ada standar keselamatan kebakaran.
Ada juga kebakaran yang terjadi di gedung-gedung dan pabrik-pabrik yang lebih besar, di mana dugaan korupsi dan eksploitasi minim standar yang ketat seringkali tidak ditegakkan.
Tujuh puluh dua orang tewas pada tahun 2015 ketika kebakaran terjadi di sebuah pabrik alas kaki di Manila. Korban selamat dari kobaran api itu menyalahkan jendela dan kondisi lainnya yang menjebak orang-orang di dalam pabrik. Dalam kebakaran paling mematikan di Filipina akhir-akhir ini, 162 orang tewas dalam kebakaran besar yang memusnahkan disko Manila pada tahun 1996. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU