Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Majalah Anak-anak Perancis Bilang Israel 'Bukan Negara yang Nyata'

Internasional
28 Dec 2017
Majalah Anak-anak Perancis Bilang Israel 'Bukan Negara yang Nyata'

hariansuara.com, Paris - Sebuah majalah untuk anak-anak berusia enam tahun dari Perancis ditarik dari toko-toko pada Rabu (27 Desember) lalu setelah mengatakan Israel 'bukan negara yang nyata'.

"Youpi, j'ai ada!" (Saya sudah mengerti!), yang terjual sekitar 60.000 eksemplar setiap bulan dan diperuntukkan bagi anak usia lima sampai delapan tahun, ditarik oleh penerbit Bayard setelah mendapat protes dari kelompok Yahudi.

Majalah Edisi Januari tersebut  menampilkan peta dunia dengan penjelasan, "Kami menyebut 197 negara ini, seperti Perancis, Jerman atau Aljazair. Tapi tidak semua orang setuju bahwa mereka adalah negara-negara yang nyata (misalnya Negara Israel dan Korea Utara)."

Baca juga: Soal Yerusalem, Korut Sebut Presiden Trump Bermental Gila

Penerbit Bayard mengatakan telah terjadi kesalahan. "Kami menyadari kesalahan kami," kata Direktur Pelaksana, Pascal Ruffenach dikutip AFP, Kamis, (28/12).

Dia menambahkan pihaknya menarik kembali majalah tersebut secara sukarela dan dengan iktikad baik.

Francis Kalifat, Kepala Dewan Lembaga Yahudi Prancis (Crif), sebelumnya menuntut agar majalah tersebut ditarik. Dia mengatakan bahwa dia mendapat informasi oleh pembaca tentang "ketidaktahuan historis yang diberikan kepada anak-anak berusia antara lima dan delapan tahun. Saya segera menulis surat kepada editor dan Bayard untuk memprotes kesalahan yang mencolok ini dan meminta mereka memperbaikinya."

Baca juga: AS Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel, Dunia Langsung Bereaksi

Crif juga menuntut agar majalah tersebut melakukan koreksi dalam edisi berikutnya "dan juga sebuah artikel yang menjelaskan tentang apa itu Israel dan bagaimana hal itu terbentuk."

"Edisi Desember kami menjelaskan agama-agama utama kepada anak-anak. Publikasi kami mengikuti siklus belajar untuk anak-anak berusia sekitar enam tahun. Kami akan melihat bagaimana kita dapat melakukannya dengan lebih baik di lain waktu," tambah Ruffenach. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X