
hariansuara.com, New York - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pembukaan kembali hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan, dan menyuarakan harapan akan inisiatif diplomatik untuk mengakhiri krisi nuklir semenanjung tersebut.
Korea Utara dan Korea Selatan pada hari Rabu membuka kembali saluran komunikasi yang telah ditutup sejak 2016, menyusul tawaran dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un untuk mengirim tim ke Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korea Selatan.
"Merupakan perkembangan positif untuk mengadakan dialog antara Republik Demokratik Rakyat Korea dan Republik Korea," kata juru bicara PBB Farhan Haq dikutip AFP, Kamis, (4/1). "Guterres menyambut pembukaan kembali saluran komunikasi antar-Korea," tambahnya.
"Resolusi Dewan Keamanan PBB menyerukan de-nukleasiasi semenanjung Korea dan kami berharap inisiatif diplomatik yang disempurnakan akan membantu mencapai tujuan tersebut," kata Haq.
Korea Selatan telah menawarka mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara pada tanggal 9 Januari untuk membahas "hal-hal yang menjadi kepentingan bersama" termasuk partisipasi Olimpiade Korea Utara.
Dukungan Guterres untuk dialog antar-Korea berbeda dengan ucapan dari Duta Besar AS Nikki Haley, yang pada hari Selasa menolak tawaran antara Pyongyang dan Seoul. Amerika Serikat, yang didukung oleh Jepang, mendorong sanksi dan isolasi total rezim Kim dalam menanggapi serangkaian peluncuran rudal dan uji coba nuklir.
Rusia, dan satu-satunya sekutu utama Korea Utara China, telah berulang kali meminta perundingan untuk menghilangkan ketegangan, namun Amerika Serikat bersikeras bahwa Pyongyang harus membekukan program militernya terlebih dahulu.
Haley memperingatkan jika Pyongyang melakukan uji coba rudal lainnya akan menghadapi kemungkinan sanksi yang lebih besar lagi. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU