
Washington - Kandidat calon presiden dari Demokrat Hillary Celinton merespon pernyataan rivalnya dari Partai Republik Donald Trump. Menurut Hillary, seruan Trump merupakan penghasutan kekerasan terhadapnya dengan mendukung hak kekebasan membawa senjata.
Dilansir Reuters, Kamis (11/8/2016), Trump sebelumnya menyerukan kepada para pendukungnya dalam memperjuangkan hak-hak membawa senjata agar bisa menghentikan Clinton dalam menunjuk hakim agung yang bisa mengancam kebebasan kepemilikan senjata api di Amerika Serikat.
Pernyataan Trump tersebut seolah-olah menyarankan agar Hillary dibunuh sebelum menunjuk hakim agung jika terpilih menjadi Presiden AS.
Hillary merespon marah karena pernyataan Trump ini. Ia menilai rivalnya tersebut melontarkan pernyataan yang sudah melewati kewajaran. Apalagi status Trump yang merupakan bakal capres AS yang menurut tak layak melontarkan pernyataan keras ke publik.
“Jika Anda menjalankan menjadi presiden atau Anda presiden Amerika Serikat, kata-kata dapat memiliki konsekuensi yang luar biasa."
"Kemarin, kita menyaksikan terbaru dalam garis panjang komentar kasual dari Donald Trump yang melewati garis," ujar Hillary.
Tanggapan lain datang dari Bob Shrum yang pernah menjadi tim kampanye John Kerry pada 2004. Ia mengkritisi pernyataan Trump seperti tak memiliki pemikiran dan bagaikan lelucon.
"Saya tidak bisa memikirkan apa pun yang sebanding dengan itu. Tidak ada yang memberitahu lelucon tentang lawan ditembak. Saya tidak pernah mendengar hal itu," kata Bob Shrum.
Kontroversi pernyataan Trump menjadi bahan pembicaraan publik di Amerika. Bahkan, di internal Partai Republik sudah terlihat paceh karena sikap dan pernyataan miliarder tersebut selama kampanye.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU