
hariansuara.com, Gaza - Pusat kesehatan, sekolah dan markas distribusi makanan di Gaza ditutup pada hari Senin karena pemogokan satu hari yang dilakukan oleh pegawai badan PBB Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).
Sekretaris Jenderal serikat pekerja UNRWA Yousef Hamdouna mengatakan tujuan pemogokan itu untuk memaksa negara-negara donor menekan AS untuk membalik keputusannya.
Dilansir Xinhua, Selasa, (30/1), Hamdouna mengatakan serikat pekerja telah memutuskan mengambil langkah pertama untuk melakukan demonstrasi menentang keputusan Washington mengurangi dana yang diberikan kepada UNRWA.
Lebih dari separuh dari dua juta orang di Jalur Gaza bergantung pada dukungan dari UNRWA dan badan-badan kemanusiaan lainnya. Pengangguran di daerah kantong itu mencapai 46 persen. UNRWA menyediakan layanan kepada 5,9 juta pengungsi Palestina di wilayah Palestina, Yordania, Lebanon dan Suriah.
Badan ini didirikan pada tahun 1949 setelah pendirian negara Israel yang membuat lebih dari 700.000 warga Palestina mengungsi. Sembilan puluh persen penduduk asli adalah pengungsi internal atau menjadi pengungsi. Mereka masih menunggu untuk kembali ke tanah air leluhur mereka.
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengurangi kontribusi negaranya kepada UNWRA. Anggaran organisasi kemanusiaan terutama berasal dari AS dan negara-negara Eropa.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU