
hariansuara.com, New Delhi - Keinginan orang tua di India untuk punya anak laki-laki telah menciptakan sekitar 21 juta anak perempuan yang "tidak diinginkan" karena banyak pasangan tetap ingin memiliki anak sampai mereka melahirkan anak laki-laki.
Orang tua India secara historis menginginkan anak laki-laki, yang dipandang sebagai pencari nafkah dan ahli waris keluarga. Sementara, anak perempuan sering dipandang sebagai beban keuangan di India.
Meskipun pemilihan jenis kelamin bertentangan dengan undang-undang, aborsi berbasis gender ilegal telah dipersalahkan karena rasio jenis kelamin 940 perempuan untuk setiap 1.000 laki-laki dalam sensus terakhir.
"Tetapi banyak pasangan terus memiliki anak sampai mereka menghasilkan jumlah anak laki-laki yang mereka inginkan," kata pemerintah dalam laporan survei ekonomi tahunannya dikutip AFP, (30/1).
"Keluarga di mana anak laki-laki lahir lebih cenderung untuk tidak memiliki anak lagi daripada keluarga dimana ada anak perempuan lahir. Ini menunjukkan orang tua menggunakan 'aturan berhenti' memiliki anak sampai seorang anak laki-laki lahir " katanya.
Pasangan, terutama wanita, di India menghadapi tekanan menghasilkan anak laki-laki dan banyak keluarga pedesaan tidak mengirim anak perempuan ke sekolah dan menikahkan mereka saat masih muda. Aborsi berbasis gender tetap merajalela di kelompok sosial dan ekonomi di negara ini, menurut beberapa penelitian.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU