
hariansuara.com, Roma - Orang yang dicurigai melakukan penembakan di Macereta, Italia mengatakan "pemicu" dia melakukan serangan adalah pembunuhan seorang wanita Italia yang diduga dilakukan oleh pencari suaka Nigeria.
Laporan media setempat mengatakan tersangka penembakan yang bernama Luca Traini sedang berkendara ke gym. Dia mendengarkan berita radio tentang gadis berusia 18 tahun sebelum memutuskan melakukan penembakan.
Pada Sabtu, Traini pun menembak dan melukai enam imigran Afrika dalam apa yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai serangan bermotivasi rasial di kota Macerata di selatan.
Setelah penembakan tersebut, dia pergi ke sebuah monumen, memberi hormat secara Fasis, membungkus dirinya dengan bendera Italia, dan menunggu penangkapan.
Walikota Macerata Romano Carancini tida mengatakan apakah kedua peristiwa itu terkait, dan meminta setiap orang untuk tenang.
"Kami kaget dengan apa yang terjadi pada Pamela, tapi kami tidak membenarkan adanya kebencian," kata Carancini. "Apakah Anda setuju atau tidak dengan kebijakan imigrasi pemerintah, kita tidak boleh memicu kekerasan."
Petugas polisi yang menggerebek rumah ibu Traini menemukan literatur termasuk salinan manifesto Adolf Hitler "Mein Kampf" dan sebuaah buku diktator fasis Benito Mussolini. Pada 2017, penembak tersebut pernah mencalonkan diri untuk jabatan lokal sebagai kandidat Northern League, partai anti-imigran sayap kanan. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU