
hariansuara.com, Mumbai - Sedikitnya 33 orang dinyatakan positif terinfeksi HIV di kota Bangarmau di India utara setelah seorang praktisi medis yang tidak memenuhi syarat menyuntikkan jarum suntik yang terinfeksi kepada mereka.
33 orang telah dikonfirmasi dari 566 orang yang diuji di kamp penyaringan HIV yang dikelola pemerintah pada tanggal 24, 25 dan 27 Januari, menurut SP Choudhary, petugas medis utama (CMO) distrik Unnao. Kamp-kamp tersebut disiapkan setelah beberapa kasus dugaan HIV muncul saat pemeriksaan rutin di rumah sakit kabupaten di Bangarmau akhir tahun lalu.
"Kami meminta pasien HIV memberi tahu beberapa hal untuk mengetahui sumber infeksi," kata Choudhary. "Ketika kami menanyakan pasien ini apakah mereka menggunakan alat suntik biasa, beberapa dari mereka memberi tahu kami tentang dokter yang menggunakan alat suntik yang sama pada semua pasiennya."
Arun Pratap Singh, petugas polisi Bangarmau, mengatakan berkas investigasi telah dibuka terhadap tersangka yang diidentifikasi sebagai Rajendra Kumar. Singh mengatakan bahwa Kumar telah bersembunyi dan polisi mencarinya.
Dia mengatakan, dokter tersebut dapat dituntut melakukan tindakan lalai yang cenderung menyebarkan infeksi penyakit dan menyebabkan luka parah dengan menggunakan senjata atau sarana berbahaya, dan mempraktikkan pengobatan tanpa melakukan registrasi sebagai praktisi medis dengan pemerintah negara bagian.
"Pasien telah mengatakan kepada kami bahwa pria ini berusia sekitar 35 tahun berkeliling dengan sepeda, memberikan pil dan suntikan untuk mengobati pilek, batuk dan penyakit lainnya. Dia adalah seorang dukun," kata Choudhary.
Kekurangan dokter di India menyebabkan banyak pasien bergantung pada praktisi yang tidak memenuhi syarat, banyak di antaranya bekerja di luar klinik di daerah pedesaan. Asosiasi Medis India memperkirakan bahwa sekitar 45 persen orang di India telah dijangkau praktek pengobatan yang tidak memiliki pelatihan formal.
"Pasien HIV-positif sekarang dirawat di perguruan tinggi pemerintah di Kanpur di Uttar Pradesh," kata Choudhary dikutip Reuters, Rabu, (7/2). (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU