
hariansuara.com, Jakarta - Sedikitnya 14 orang tewas akibat tanah longsor dan bangunan roboh saat gempa dahsyat terjadi di Papua New Guinea.
Gempa berkekuatan 7,5 skala richter yang mengguncang wilayah tersebut pada Senin pagi juga merusak infrastruktur pertambangan dan listrik dan membuat ExxonMobil Corp menutup pabrik gas alam cair (LNG) yang merupakan penghasil ekspor terbesar di negara itu.
"Dua bangunan ambruk dan tanah longsor menewaskan 12 orang di Mendi, ibu kota provinsi Dataran Tinggi Selatan," kata Julie Sakol,perawat di Rumah Sakit Umum Mendi.
Puluhan gempa susulan mengguncang daerah tersebut, termasuk gempa 5,7 pada Selasa sore, Survei Geologi AS melaporkan.
Polisi di Mendi mengatakan 14 orang tewas dalam gempa awal, termasuk tiga di Poroma, selatan Mendi. "Mereka tewas oleh tanah longsor yang menghancurkan rumahnya," kata Naring Bongi, petugas polisi di Mendi.
Kantor manajemen bencana Papua Nugini mengatakan sedang memverifikasi laporan namun butuh beberapa hari untuk memastikan korban tewas. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU