Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Presiden Jokowi: SDM Unggul Kunci Daya Saing Bangsa

Istana & Kementerian
01 Feb 2023
Presiden Jokowi: SDM Unggul Kunci Daya Saing Bangsa

hariansuara.com -  Di Jakarta, Rabu (25/01/2023) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menjadi kunci daya saing bangsa. Merekalah generasi yang bakal menjadi pemilik masa depan. 

Untuk itulah, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendapat tugas krusial, yakni meningkatkan kualitas keluarga dan menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Utamanya, melakukan percepatan dalam menekan prevalensi gagal tumbuh pada anak atau stunting.

Target 2024, Stunting 14 Persen 

Saat ini kasus stunting di Tanah Air sudah mengalami penurunan. Tilik, pada 2014 ada 37 persen kasus stunting lalu pada 2022 turun menjadi 21,6 persen. Masih di atas ambang batas yang ditentukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 20 persen. 

Presiden Jokowi pun mencanangkan target, pada 2024 esok stunting harus turun menjadi 14 persen. Berarti, seperti dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam dua tahun ke depan, stunting harus turun total 7,6 persen. Jadi, pada 2023 mesti turun 3,8 persen, dan 2024 turun lagi 3,8 persen. 

Sementara itu Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyinggung tentang tingkat fertilitas total atau Total Fertility Rate (FTR) yang berpengaruh besar untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan penduduk.  FTR itu sendiri adalah jumlah anak rata-rata yang dilahirkan seorang perempuan selama masa reproduksinya.

Pada 2024 TFR ditarget sebesar 2,1. Tetapi, masih medio Januari 2023, menurut survei dan pendataan, TFR sudah mendekati 2,1. Kemudian, bagaimana cara meningkatkan kualitas keluarga?

BKKBN mengambil jalan dengan melakukan percepatan dalam menurunkan angka stunting. Sungguh sebuah kerja yang besar, sebab jumlah balita di Indonesia tercatat ada 21,8 juta orang. 

12 Provinsi Prioritas Percepatan Penurunan Stunting

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, sekarang masih ada 12 provinsi yang menjadi prioritas percepatan penurunan stunting:

Nusa Tenggara Timur (37,8%), 

Sulawesi Barat (33,8%), 

Aceh (33,2%), 

Nusa Tenggara Barat (31,4%), 

Sulawesi Tenggara (30,2%), 

Kalimantan Selatan (30%), 

Kalimantan Barat (29,8%),

Sumatera Utara (25,8%),

Jawa Barat (24,5%), 

Banten (24,5%),

Jawa Timur (23,5), dan

Jawa Tengah (20,9%)

Selaku Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, dr Hasto menyebutkan, target stunting 14 persen pada 2024 itu bisa dicapai dengan cara bergotong royong. Tidak bisa berjalan sendiri.

Di antaranya dengan melakukan kolaborasi pentahelix, yakni meilbatkan pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media. 

Stunting bisa ditekan, maka bonus demografi, seperti disampaikan Jokowi di banyak kesempatan, akan bisa dimanfaatkan untuk mengisi Indonesia Emas pada 2045. (*) Santang/MTS         Foto: @jokowi

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X