
hariansuara.com, Jakarta - Geliat bisnis properti di Tasikmalaya tampaknya kian bersinar, kota yang juga disebut Mutiara dari Priangan Timur ini lambat laun mulai dilirik sebagai salah satu destinasi investasi properti yang sangat menggoda.
Berikut ini adalah 4 alasan mengapa Tasikmalaya harus dipilih menjadi salah satu kota untuk investasi properti.
Tempat Wisata
Tahukah Anda ternyata di Tasikmalaya ada banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, di kota ini pun kerap juga diadakan beragam kegiatan kebudayaan yang dapat mengundang wisatawan untuk datang, contohnya seperti Tasikmalaya October Festival (TOF). Kondisi ini tentu akan sangat menguntungkan untuk Anda yang ingin investasi properti dengan membangun vila atau kondotel.
Sebagai Pusat Bisnis
Hampir 70%, pusat bisnis, perdagangan, jasa dan industri di priangan timur dan selatan berada di kota ini. Priangan Timur dan selatan membentang dari Kota Banjar di ujung timur Jawa Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi di ujung barat Jawa Barat, wilayah priangan timur dan selatan ini mencapai 40% total keseluruhan wilayah Jawa Barat, itu artinya sepertiga lebih dari pusat perekonomian yang ada di Jawa Barat berada di Tasikmalaya. Dengan kondisi seperti ini, sebenarnya sangat cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi properti dalam bentuk ruko atau perkantoran.
Jumlah Penduduk yang Terus Bertambah
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Tasikmaklaya setiap tahunnya jumlah penduduk di Tasikmalaya terus bertambah, contohnya tahun 2015 lalu jumlah penduduk di sana mencapai 1,735,998 jiwa naik dari tahun 2014 yang mencapai 1,728,618. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk ini berarti membuka peluang untuk Anda yang ingin invetasi properti baik dengan motif sewa atau jual-beli.
Harga Rumah Masih Murah
Bisa dibilang, rata-rata harga rumah di Tasikmalaya masih cukup terjangkau, menurut Zainal Abidini Digital Marketing Hermawan Land, harga rata-rata rumah di Tasikmalaya kisaran Rp 200 juta hingga Rp 300 juta dengan luas tanah 72 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi, harga tersebut tentunya akan sangat jauh lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa kota besar lainnya di Jawa Barat. Contohnya seperti Bandung yang rata-rata harga rumahnya kini telah menyentuh Rp 2 miliar.
Dengan murahnya harga rumah yang ditawarkan, tentu menjadi peluang bisnis bagi mereka yang ingin investasi properti dengan jual-beli rumah. Anda tinggal membeli rumah murah dengan lokasi yang strategis kemudian tunggu 5 hingga 6 tahun lagi kemudian dijual kembali, harganya pasti akan melambung tinggi.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU