
Jakarta - Hunian rumah yang berdekatan dengan stasiun kereta commuterline Jabodetabek (KRL) makin menjamur di sejumlah daerah. Selain kemudahan akses transportasi, tipe hunian ini cocok untuk kalangan menengah.
Efisiensi waktu untuk memudahkan aktivitas seperti bekerja juga menjadi alasan lain masyarakat mencari rumah dekat stasiun kereta commuter.
"Itu seperti trend pengembang yang lihat moment ini. Akses kemudahan, bisa luwes cepat, harga terjangkau ya cocok, makanya makin banyak," kata pengamat properti Yoana Nusalim dalam perbincangan dengan hariansuaracom, Selasa (23/8/2016).
Dia melihat trend rumah hunian di dekat stasiun KRL bakal makin tinggi permintaannya. Kawasan yang diincar pengembang antara lain Cilebut, Bojonggede, Citayam, dan Bekasi.
Menurutnya, dari pengamatannya bila trend hunian ini tak jauh dari tipe rumah 36 atau 45 dengan luas bangunan di bawah 90 meter persegi. Ada juga tipe di atas 45 dengan luas tanah di atas 90, namun jumlahnya terbatas.
"Lahan makin sempit tapi permintaan tinggi, ya pengembang pintar incar lahan dekat stasiun. 100 meter, 500 meter. Atau paling jauh 3 sampai 4 kilometer dari stasiun. Itu banyak yang nyari konsumen," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, terdapat beberapa hunian rumah yang memang dekat dengan stasiun KRL. Misalnya di Stasiun Citayam yang di sekitarnya sudah ada beberapa perumahan seperti The Marsaid Residence. Jarak perumahan ini ke Stasiun Citayam sekitar 1 kilometer. Lokasi persis rumah ini berada di pinggir Jalan Raya Citayam. Belum lagi perumahan lain yang tak jauh dari Stasiun Citayam seperti Samasta Citayam, Green Paradise, dan Citayam Village. Rumah-rumah ini bisa diangsur dengan pembayaran KPR atau secara tunai.Sementara di Cilebut ada perumahan Kayumanis yang menawarkan beberapa tipe rumah dengan fasilitas pembayaran KPR. Di Bojonggede ada perumahan Bojong Land yang jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari Stasiun Bojonggede.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU