
hariansuara.com, Jakarta - Permintaan positif di sektor perkantoran pada triwulan kedua ini belum mampu mengesampingkan fakta bahwa tingkat hunian masih terus menurun seiring dengan banyaknya jumlah pasokan baru yang terus berdatangan.
Demikian tutur James Taylor Head of Research JLL dalam 2Q 2018 Jakarta Property Market Review & Outlook di kantor Jones Lang LaSalle (JLL), Rabu, (18/7)
Angela Wibawa, Head of Markets JLL mengatakan tingkat permintaan untuk ruang perkantoran tetap positif, namun tingkat hunian masih menunjukan penurunan dikarenakan adanya pasokan baru.
"Selama triwulan kedua di tahun 2018 ruang perkantoran terserap sebesar ±77,000 m2 di kawasan CBD dan ±18,000 m2 di kawasan nonCBD. Sejumlah sektor yang masih aktif di semester pertama 2018 ini seperti teknologi, coworking space, dan professional services. Pada situasi saat ini, keluwesan para landlord untuk dapat bernegosiasi menjadikan harga sewa masih cukup kompetitif.”katanya.
Sementara itu untuk tingkat penjualan pasar hunian kondominium, menurut Luke Rowe – Head of Residential JLL, terjadi penurunan 1% dari triwulan pertama menjadi 63%.
"Kondominium yang terjual pada kuartal kedua 2018 sekitar 900 unit yang sebagian besar datang dari pasar kondominium kelas menengah dan menengah kebawah. Pasokan kondominium yang baru diluncurkan pada kuartal kedua hanya sekitar 300 unit dan datang dari kelas menengah kebawah. Kondominum yang selesai dibangun pada triwulan ini mencapai 8.000an unit sehingga jumlah pasokan kondominium yang telah dibangun di Jakarta adalah sejumlah 144.000 unit. Hingga tahun 2022, diperkirakan akan ada penambahan pasokan kondominium di Jakarta sebanyak 53.000 unit.” tuturnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU