
hariansuara.com, Jakarta - SpaceStock.com, yang sebelumnya dikenal sebagai SewaKantorCBD.com, melakukan rebranding untuk memperluas bisnis mereka ke dalam sektor properti komersial dan residential.
“Kami berkomitmen untuk dapat memberikan solusi kepada konsumen yang hendak mencari ataupun memasarkan properti. SpaceStock melakukan inovasi yang menggabungkan teknologi terkini dengan pengetahuan yang kami miliki mengenai market properti. Kami yakin bahwa kami dapat memberikan pelayanan dan solusi yang tepat bagi konsumen. Disamping itu kami menjamin bahwa setiap transaksi akan berjalan dengan transparan, tanpa ada mark up” ucap Leonard Hartono, CEO SpaceStock.
Didasarkan pada riset pasar yang dilakukan secara berkala, SpaceStock hadir sebagai solusi yang tepat baik bagi para pemilik properti maupun bagi para pencari properti untuk menjawab situasi pasar properti saat ini.
Persentase okupansi kategori komersial, khususnya perkantoran, saat ini berada pada level terendah dalam 20 tahun terakhir. Penurunan yang signifikan terlihat dari menurunnya persentase okupansi perkantoran di area CBD yang sempat mencapai puncaknya pada 2013 dengan 98%, menjadi 72.9% pada tahun 2018, dimana disaat yang bersamaan terjadi peningkatan jumlah perkantoran baru secara signifikan.
Tercatat dalam 4 tahun terakhir (2015-2018), peningkatan supply perkantoran baru meningkat hampir 4 kali lipat dibandingkan jumlah permintaan, dengan nilai peningkatan rata-rata mencapai 460,000 m²/tahun. Namun begitu, SpaceStock melihat bahwa di tahun 2019 ini merupakan awal pemulihan yang ditandai dengan menurunnya supply perkantoran baru, dan meningkatnya persentase okupansi sebesar 0.7% dibanding 2018.
Sementara itu pada sektor residential, terdapat perbedaan tren antara investor dan end-user. Tren terkini pada sisi end-user berada dalam kategori stabil, sejalan dengan peningkatan GDP yang berada di angka 5% per tahun. Selain meningkatnya jumlah demand dari keluarga yang mencari hunian tetap, SpaceStock juga melihat adanya peningkatan permintaan dari kalangan milenial, walaupun masih terbatas pada golongan pekerja yang mapan secara finansial, maupun mereka yang mendapatkan bantuan dana dari orang tua.
Sebaliknya, SpaceStock melihat terjadinya penurunan yang cukup signifikan dari sisi investor dalam melakukan investasi di sektor properti setelah puncaknya pada tahun 2011-2013. Tidak sedikit investor yang mendapati investasi properti pada periode 2011-2013 masih belum terjual atau tersewa saat pembangunan properti tersebut rampung pada tahun 2016-2018. Hal ini tidak hanya menurunkan investor appetite akibat unit investor yang belum terjual, tetapi juga meningkatkan kompetisi antara pemain primary market dan secondary market (investor) yang berimbas pada penurunan penjualan produk primary marketpada tahun 2016-2018.
“Dengan adanya SpaceStock, kami berharap untuk dapat memberikan akses informasi yang memadai bagi para konsumen properti sesuai dengan kebutuhannya. Dengan ini, SpaceStock membantu konsumen untuk mendapatkan penawaran properti secara optimal. Pada akhirnya, properti merupakan investasi terbesar bagi individu, demikian pula bagi sebuah perusahaan, maka setiap konsumen pantas untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik."tambahLeonard.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU