
hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan ekonomi maupun infrastruktur secara lebih merata di seluruh tanah air. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membantu membangun real estat atau industri properti di Indonesia.
"Dalam industri realestat Kementerian ATR/BPN memiliki dua pilar yang berkaitan yaitu pertanahan dan tata ruang. Untuk itu kita akan perbaiki sistem regulasinya sehingga dapat efisien, saya yakin dengan sistem regulasi pertanahan dan tata ruang yang efisien beberapa tahun kedepan pertumbuhan ekonomi akan menjadi jauh lebih baik," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil saat menghadiri sekaligus membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) Real Estate Indonesia (REI) ke-16 di Hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta, belum lama ini
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan bahwa perhelatan munas ini untuk menyusun kembali orientasi organisasi dalam tiga tahun ke depan.
"Perhelatan munas merupakan event terbesar dan forum tertinggi organisasi REI, kegiatan ini sekaligus memilih pemimpin terbaik yang akan menahkodai REI untuk periode 2019 – 2022," ujarnya.
Soelaeman Soemawinata menambahkan, Munas REI ke-16 tahun 2019 mengangkat tema “Menata Kembali Regulasi dan Kebijakan yang Mendukung Program Pembangunan Perumahan Rakyat dan Bertumbuhnya Industri Properti”.
Melalui tema tersebut REI mengharapkan pemerintah dapat menyusun dan menjamin adanya regulasi yang mendukung bertumbuhnya bisnis properti sehingga aktivitas industri properti dapat berjalan dengan lebih baik, tumbuh dengan positif dan memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.
Sebagai informasi, REI merupakan asosiasi para pengembang perumahan yang sering disebut sebagai Developer. REI diakui dan menjadi stakeholders pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-undang untuk menyediakan rumah bagi rakyat Indonesia.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU