
Jakarta – Kondisi pertumbuhan ekonomi yang mulai berangsung membaik direspon pengembang dan konsumen properti dengan lebih aktif dibandingkan semester pertama tahun ini. Meski belum signifikan, namun membaiknya ini memunculkan sentiment positif.
"Meski belum ada peningkatan signifikan, tapi baik pengembang maupun konsumen sudah terlihat lebih aktif,” kata Head of Advisory Jones Lang LaSalle Indonesia Vivin Harsanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/10/2016).
Menurutnya, dengan persaingan makin sengit menuntut pengembang harus kreatif dalam memanjakan konsumen. Artinya diperlukan terobosan strategi dalam mempromosikan produk propertinya.
“Harus ada strategi yang dilakukan pengembang agar produknya tetap eksis,” ujarnya.
Kemudian, ia menilai dalam beberapa bulan ke depan, kondisi properti di Tanah Air akan berangsung membaik. Diyakini akhir semester II menjadi turning point kebangkitan properti dalam negeri.
“Ya itu, diprediksi akan seperti itu karena dari gejala-gejalanya sudah terlihat kemungkinan untuk membaik,” jelasnya.
Namun, kebangkitan properti di tanah Air ikut dipengaruhi kondisi di dalam negeri. Untuk akhir tahun ini sampai pertengahan 2017, kenaikan sektor properti tak terlalu signifikan.
Beberapa faktor seperti tax amnesty sampai pelaksanaan Pilkada serentak ikut mempengaruhinya.
“Saya rasa itu. Meski mungkin naik tapi masih dipengaruhi beberapa faktor seperti tax amnesty dan politik Pilkada,” jelasnya. (*) Lia Andani
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU