
Jakarta - Tingkat hunian mal atau pusat perbelanjaan di DKI Jakarta akan mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya karena tingkat hunian rendah seperti kuartal sebelumnya, Selain itu, puat perbelanjaan baru juga akan memasuki pasar.
"Kuartal yang akan mendatang, tingkat hunian pusat perbelanjaan diperkirakan akan menurun dikarenakan sejumlah pusat perbelanjaan baru akan memasuki pasar dan akan mengalami tingkat hunian rendah pada awal operasional," kata Head of Research Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (25/10/2016).
Arief menjelaskan pasokan pasar ritel hingga akhir 2016 diproyeksikan akan meningkat sebesar 2,9 persen dengan aktivitas sewa mendominasi permintaan.
Pasca momen Idul Fitri atau kuartal III 2016, tingkat penyewaan meningkat. Meskipun penyewa besar keluar dari pusat perbelanjaan, dan beberapa mal menghentikan aktivitas penyewaan karena ada renovasi dan mereposisi.
"Pusat perbelanjaan lifestyle besar yaitu PIK Avenue Mall dan Neo Soho merupakan perluasan dari Central Park, telah selesai pada kuartal ini dan membawa total pasokan kumulatif menjadi 4.163.735 meter persegi, lebih tinggi 2 persen dari kuartal lalu," katanya.
Ia juga menambahkan sepanjang kuartal ini para penyewa fesyen maupun F&B membuka toko baru dengan aktif, dan pusat perbelanjaan yang terletak di kawasan primer. Penyewa didominasi dengan kombinasi antara penyewa fesyen dan sektor makanan-minuman.
Sedangkan pada kuartal-kuartal mendatang, merek internasional baru diharapkan akan masuk ke pasar Indonesia di berbagai pusat perbelanjaan di seluruh Jakarta.
"Meskipun terdapat penyewaan-penyewaan baru, peningkatan pasokan dari pusat perbelanjaan baru dan tutupnya beberapa penyewa besar di beberapa lokasi, menyebabkan tingkat hunian di pusat-pusat perbelanjaan sewa kuartal ini turun, sementara pusat-pusat perbelanjaan strata mengalami sedikit peningkatan tingkat hunian," jelasnya.
Dari segi permintaan, tingkat rata-rata hunian pasar ritel di Jakarta turun 0,3 persen per kuartal atau 1,1 persen per tahun mencapai angka 84 persen sehingga membuat total ruang ritel kosong di Jakarta seluas 667.190 meter persegi.
Sementara dari segi pasokan, total pasokan kumulatif pusat perbelanjaan di Jakarta bertambah menjadi 4.163.735 meter persegi, dengan 73 persen berasal dari pusat perbelanjaan sewa dan 27 persen dari mal strata-title dengan dibukanya dua pusat perbelanjaan baru. (*) Lia Andani
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU