
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pasar modal Indonesia masih jadi salah satu pilihan investor asing untuk berinvestasi. Hal ini terlihat dalam nilai beli bersih investor asing sepanjang 2016 yag mencapai Rp25,28 triliun.Secara akumulatif, sejak 2011 investor asing masih mencatatkan nilai bersih dalam jumlah yang meningkat."Walaupun asing sempat mengakumulasikan keuntungannya di tahun 2013 dan 2015 dengan mencatatkan jual bersih Rp20,64 triliun dan Rp22,58 triliun, namun dalam lima tahun terakhir atau sejak 2011 lalu, investor asing masih tercatat beli bersih secara akumulatif sebesar Rp64,81 triliun," kata Kepala Komunikasi BEI Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya yang diterima, Senin (21/11/2016).Dijelaskan bila kepemilikan investor asing di pasar modal Indonesia sampai dengan 31 Oktober 2016, masih mendominasi yakni sebesar 64,4 persen. Angka ini lebih besar jika dibandingkan dengan porsi kepemilikan investor domestik yang sebesar 35,6 persen."Agar partisipasi investor domestik terus meningkat, BEI sebagai regulator pasar modal senantiasa melakukan sosialisasi dan edukasi di berbagai daerah di Indonesia," katanya.Menurutnya, salah satu kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal kepada masyarakat, pada Rabu (16/11) pekan lalu, Kantor Perwakilan BEI mengadakan kegiatan edukasi publik kepada anggota MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Ekonomi Kota Solok.Sementara, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya optimistis adanya program amnesti pajak dapat meningkatkan komposisi kepemilikan investor lokal di pasar modal dalam negeri."Dana dari hasil program amnesti pajak yang masuk ke instrumen saham dapat meningkatkan komposisi kepemilikan lokal," katanya.Dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Oktober 2016 tercatat, jumlah aset investor lokal yang tercatat di sistem C-BEST senilai Rp1.525,062 triliun, sementara investor asing sebanyak Rp2.036,035 triliun. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU