Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

REI: Target Penjualan Rumah Tak Tercapai, Properti di Yogyakarta Lesu

Kesehatan
18 Dec 2016
REI: Target Penjualan Rumah Tak Tercapai,  Properti di Yogyakarta Lesu

 

Jakarta – Properti di tanah air pada akhir tahun ini belum terlalu menggeliat. Salah satu daerah yang masih lesu yaitu provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga penghujung 2016, target penjualan 2.200 rumah untuk tahun ini masih sulit terealisasi.

 

Ketua Real Estate Indonesia (REI) DIY Nur Andi Wijayanto menjelaskan masih rendahnya  sektor properti di Yogyakarta karena ada beberapan alasan.

 

“Masyarakat konsumen sebagian berlatar belakang sektor pertambangan dan industri yang basis komoditasnya,” ujar Nur Andi Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/12/2016).

 

Ia menekankan dua sektor tersebut diduga mengalami kelesuan sehingga mempengaruhi sektor properti di Yogyakarta.

 

"Kondisi kelesuan ini dipengaruhi secara linear dengan kondisi pelemahan harga-harga komoditas yang saat ini terjadi," katanya.

 

Ia menyebutkan per September 2016 penjualan rumah oleh para pengembang anggota REI di bawah 1.000 unit. Angka ini masih jauh dari target tahun ini mencapai 2.200 unit.

 

Menurut dia, penurunan atau kontraksi sektor properti sebesar 30-40 persen disupply rumah dengan harga Rp500 juta ke atas. Sementara, untuk segmen rumah menengah ke bawah dengan harga Rp300 juta ke bawah, termasuk untuk rumah subsidi/FLPP tak mengalami kontraksi signifikan.

 

Kata Andi, jika dilihat dari data penyediaan properti di Yogyakarta, mengacu segmentasi pasar, untuk harga rumah Rp500 juta ke bawah (middle low) hanya mencapai 15 persen. Sedangkan rumah dengan harga Rp500 juta- Rp1 miliar (middle up) mencapai 65 persen, dan rumah dengan harga Rp1 miliar mencapai 20 persen.

 

"Terbentuknya struktur supply di DIY seperti itu disebabkan salah satunya karena faktor harga tanah di DIY yang cukup tinggi," tuturnya.

 

Namun, sebelum akhir 2016, ia optimis penjualan perumahan di Yogyakarta masih akan meningkat seiring dengan rencana penyelenggaraan pameran REI pada Desember.

 

“Pemeran ini diharapkan berkontribusi 10 persen dari target 2.200 pada 2016,” jelasnya.  (*)  Lia Andani

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X