Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

2017, Properti Asia Tenggara Diprediksi Makin Dilirik Investor

Kesehatan
21 Dec 2016
2017, Properti Asia Tenggara Diprediksi Makin Dilirik Investor

 

Jakarta - Properti di Asia Tenggara pada tahun 2017  diprediksi akan menarik investor dan meningkatkan jumlah pembelian.  Pertumbuhan investasi real estate di Asia Tenggara akan meningkat.

 

Pernyataan ini disampaikan konsultan property internasional Jones LaSalle (JLL), Head of Asia Pasific Capital Markets JLL Stuart Crow dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

 

"Investor melirik Asia Tenggara untuk 2017," kata Stuart.

 

Menurut Stuart, ketertarikan di negara-negara Asia Tenggara terutama di Vietnam karena pertumbuhan investasi real estat meningkat.  Dibandingkan tahun sebelumnya, angka tahun ini meningkat 12 persen.

 

Selain itu, kata dia, perkiraan transparansi pasar yang bakal lebih besar dan tingkat pertumbuhan yang tinggi pada tahun mendatang juga menjadi hal yang menarik bagi investor.

 

Dia menyoroti fenomena investor dari China pada kuartal III-2016, melampaui Amerika Serikat sebagai investor sektor real estat lintas negara.

 

Sebelumnya, pengamat sektor properti Ali Tranghanda memperkirakan sektor properti di Tanah Air yang sempat melesu dalam beberapa tahun terakhir akan mulai mengalami titik balik menuju kebangkitan pada Semester II 2016.

 

Menurut Ali, saat ini yang diperlukan adalah meningkatkan upaya optimisme sektor properti sehingga jangan sampai ada lagi pesimisme dalam aktivitas perekonomian.

 

Ia berpendapat bahwa siklus properti itu memang ada dan dari pergerakan yang ada, fase turunnya adalah pada periode 2014 hingga 2015.

 

Ali yang juga merupakan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch itu juga mengingatkan bahwa mulai Kuartal II 2016 juga ada beragam stimulus yang diberikan oleh Pemerintah.

 

Ali juga mengemukakan kondisi demografi saat ini juga sangat mendukung karena banyak penduduk yang sedang berada dalam usia produktif serta sekitar 40 persen, termasuk kelas menengah yang memiliki penghasilan sekitar Rp5 juta sampai dengan 20 juta per bulan.

 

"Jadi, potensinya ada di sana," katanya.  (*)

 

Antara 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X