
Jakarta - Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) aktif memberikan masukan kepada pemerintah dalam hal sektor perumahan terkait dengan konsep deregulasi yang sedang digalakkan saat ini.
"Saat ini pemerintah sedang menyusun peraturan yang lebih rinci terkait penyederhanaan regulasi untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), REI terlibat aktif dalam memberikan masukan," kata Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy di Jakarta, Rabu, (22/6/2016).
Menurut dia, sebagai asosiasi properti terbesar, REI akan mendukung segala upaya pemerintah menciptakan regulasi yang bertujuan guna meningkatkan pembangunan ekonomi nasional.
Apalagi selama ini, lanjutnya, pemerintah juga selalu menempatkan REI sebagai salah satu mitra utama yang memberikan masukan melalui dialog dan diskusi untuk merancang kebijakan di sektor properti.
Ia mengemukakan, REI sangat mengapresiasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyadari sektor properti merupakan salah satu lokomotif pembangunan ekonomi yang ikut mempengaruhi 174 industri terkait lainnya.
Sejauh ini upaya deregulasi sektor properti yang dilakukan pemerintah sudah positif dan diharapkan dapat memberikan dampak yang meluas terhadap pembangunan ekonomi nasional pada masa yang akan datang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pembentukan kelompok kerja (Pokja) untuk pemantauan deregulasi telah efektif untuk mempercepat penyelesaian peraturan yang masih menghambat implementasi paket kebijakan ekonomi.
"Pokja ini responnya baik, walaupun belum semuanya selesai, tapi menunjukkan adanya perkembangan," kata Darmin seusai memimpin rapat koordinasi perkembangan pelaksanaan kebijakan deregulasi ekonomi di Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Darmin menjelaskan Pokja tersebut telah memberikan pengaruh terhadap penuntasan beberapa regulasi yang belum selesai, evaluasi, publikasi maupun penyelesaian kasus.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU