
Jakarta – Sentimen pasar dan ekonomi makro lemah menjadi dasar lambatnya daya beli masyarakat terhadap property kondominium (Kondo) menurut Jones Lang LaSalle (JLL) Research.
“Kondominium itu sebetulnya dilihat bukan daya beli masyarakat, tapi lebih kepada sentimen pasar, mungkin dengan adanya kondisi ekonomi makro yang sedikit week-lah,” ujar Local Director Strategic Consulting JLL, Herully Suherman.
Adanya depresiasi rupiah yang berpengaruh pada penurunan terhadap nilai aset, itu juga yang membuat mereka ‘wait and see’.
“Kalau rupiah belum stabil mereka akan berfikir. Apakah beli sekarang atau masih menunggu akhir tahun atau tengah tahun. Ini kan balik lagi kesentimen bukan daya beli,” ungkap Herully.
Harapannya 6-12 bulan lagi, ekonomi dan sentimen pasar mulai membaik, jadi masyarakat mulai berani transaksi di sektor Kondo.
Sementara itu, Kepala Riset JLL James Taylor mengatakan, di pasar Kondominium, peningkatan penjualan dan permintaan sudah mulai terasa di beberapa proyek namun belum merata.
Sedangkan Head of Residential JLL, Luke Rowe beropini, aktivitas pasar kondominium secara umum tidak mengalami perubahan yang signifikan selama 6 bulan ke belakang. Pasar properti cenderung stagnan baik dari harga dan penjualan meskipun adanya ekspektasi dari program tax amnesty.
“Saat ini para pengembang terbilang cukup aktif memasarkan produk baru dibandingkan triwulan sebelumnya, walaupun belum mengindikasikan adanya penjualan yang signifikan,” tutur Luke.(Liputan oleh Albi Wahyudi, HS)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU