
Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan harga apartemen di wilayah DKI Jakarta relatif datar tetapi diharapkan ke depannya pertumbuhan nilai properti di ibukota kembali akan membaik dan meningkat.
"Selama kuartal II-2016, kinerja penjualan apartemen terus melesu dengan pertumbuhan moderat 0,5 persen di dalam harga dibandingkan dengan kuartal sebelumnya," kata Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin, (1/8/2016).
Menurut Ferry Salanto, tingkat harga dari apartemen relatif mendatar karena banyak proyek yang disebut menahan kenaikan harga untuk menarik lebih banyak lagi pembeli.
Dia mengungkapkan bahwa tingkat harga apartemen di wilayah Jakarta dalam masa kuartal II-2016 rata-rata adalah sekitar Rp31 juta per meter persegi. Dikabarkan, pasar penjualan apartemen di kawasan DKI Jakarta yang saat ini penjualannya sedang stagnan diprediksi bakal membaik dengan diberlakukannya kebijakan amnesti pajak dan penurunan suku bunga yang telah dilakukan Bank Indonesia.
"Pasar apartemen akan menunjukkan perbaikan bertahap pada kuartal berikutnya karena fundamental ekonomi menunjukkan tanda stabilitas, inflasi rendah dan antisipasi dampak UU Amnesti Pajak," kata Ferry Salanto.
Selain itu, ujar dia, langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga hingga 6,5 persen dan ditunjang dengan penetapan kebijakan ekonomi makro lainnya seperti pelonggaran terkait persyaratan kredit pemilikan rumah juga dinilai bakal berdampak positif.
Namun, lanjutnya, banyaknya pembangunan apartemen baru dinilai juga masih menjadi faktor tantangan dalam pasar penjualan apartemen sehingga dalam hal stagnasi diperkirakan tidak bakal berubah dalam jangka pendek.
Ia memprediksi bahwa pasar apartemen akan membutuhkan periode waktu yang cukup lama untuk dapat stabil kembali dan menemukan ekuilibrium baru sebelum melesat kembali dalam jangka waktu 1-2 tahun ke depan.
Sebagaimana diwartakan, pasokan untuk pasar apartemen pada kuartal II tahun 2016 ini dominan terletak di kawasan di sekitar wilayah DKI Jakarta antara lain di Tangerang dan Bekasi, yang menunjukkan hunian vertikal semakin diterima di kawasan Jabodetabek.
Berdasarkan data yang dihimpun konsultan properti internasional lainnya, Cushman & Wakefield, pasokan terbangun berdasarkan wilayah di kawasan Jabodetabek pada kuartal II-2016 yang terbesar adalah di Tangerang sebanyak 27,4 persen, dan disusul oleh Bekasi 18,1 persen.
Kemudian, daerah Jakarta Barat (10,9 persen), Jakarta Selatan (9,6 persen), Jakarta Utara (9,2 persen), Bogor (9,2 persen), Depok (7,0 persen), Jakarta Pusat (5,6 persen), dan terakhir Jakarta Timur (3,0 persen).
Pada kuartal ini pula, tercatat total pasokan kumulatif kondominium atau apartemen di Jakarta tercatat sebanyak 181.005 unit, atau naik 4,8 persen per kuartal dan 21,3 persen per tahun.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU