
Jakarta - Masyarakat tampaknya sekarang lebih senang membeli rumah secondary (bekas), setidaknya itu yang disampaikan oleh Oka M Kauripan Direktur LJ Hooker Indonesia.
Kesimpulan tersebut, menurut Oka bukanlah tanpa sebab, karena berdasarkan hasil penjualan properti perusahaannya tahun 2015 lalu, mayoritas pembeli rumah di Indonesia ternyata lebih mengincar rumah bekas dibandingkan rumah baru.
“Tahun lalu kami berhasil menjual 2500 rumah dari situ dapat diketahui ternyata mayoritas pembeli lebih mengincar rumah bekas daripada rumah baru,” ujar Oka kepada hariansuara.com, Kamis, (04/08/2016).
Berdasarkan data perusahaan broker properti Australia tersebut, 52 persen customernya lebih memilih rumah bekas, hal ini justru berbanding terbalik jika dibandingkan tahun 2014 dimana saat itu lebih dari 60 persen pelanggannya lebih memilih rumah baru.
“Baru setelah tahun 2014 pergeseran mulai terjadi, seiring denga melemahnya perekonomian negeri,” kata Oka.
Oka mengatakan ada banyak faktor yang membuat mengapa sekarang masyarakat lebih memilih rumah bekas, salah satunya karena harga rumah baru yang dijual sekarang sudah sangat tinggi, patokan harga yang di berikan oleh pengembang dinilainya tidak sesuai dengan kondisi perekonomian.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU