
Jakarta - Jakarta Selatan masih menjadi kawasan favorit untuk tempat tinggal pekerja asing atau ekspatriat. Kebayoran Baru, Kemang, Cilandak, Cipete, Pondok Indah, Permata Hijau, dan Pejaten adalah daerah-daerah yang paling diminati. Di luar Jakarta Selatan primadonanya adalah Menteng, Jakarta Pusat.
Berasarkan data dari konsultan properti Colliers Internasional Indonesia, dari sekian kawasan itu yang paling tinggi harga sewa rumahnya berada di kawasan Menteng dan Kebayoran Baru.
Harga sewa rumah tapak di Menteng berkisar 4.000-12.000 dolar AS atau setara Rp50-Rp150 juta per bulan. Sementara Kebayoran Baru, tarif sewanya lebih miring yakni berkisar 3,500 – 5000 dolar AS atau sekitar Rp37-Rp62 jutaan per bulan.
Selain dekat kawasan CBD (central business district), kawasan Menteng banyak dipilih oleh ekspatriat karena di sana banyak rumah diplomat dan duta besar. Sementara Kebayoran Baru diincar warga asing karena cukup banyak sekolah internasional.
Rumah dengan harga sewa sebesar itu luasnya kurang lebih 450 meter persegi, tanah 500 meter persegi. Rumah dilengkapi empat kamar tidur, internet, system security, AC di setiap ruangan, fasilitas shower di kamar mandi, halaman luas, lingkungan terawat dan bersih.
Berdasarkan data dari Colliers, sejak tahun 2012 harga sewa rumah di Jakarta untuk ekspatriat mengalami kenaikan cukup tajam. Puncaknya tahun 2013 – 2014, naik sebesar 20-40 persen. Tahun ini para pemilik properti akan menaikkan lagi sebesar 10 – 15 persen atau sekitar 300-400 dolar AS.
Namun, perusahaan asing dan multinasional tempat bekerja para ekspat belum tentu mau menyesuaikan budget perumahan dengan tarif yang diminta pemilik rumah. Pasalnya, harga pasar yang berlaku sekarang sudah tinggi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU