
Jakarta - Kendati banyak pihak yang menyatakan kondisi ekonomi mulai membaik, ternyata belum mendorong pasar untuk membeli properti, terutama di sektor apartemen.
Berdasarkan data dari Colwell Banker Indonesia menyebutkan sepanjang semester II 2015 hingga semester I 2016 tingkat penyerapan pasar apartemen masih di bawah 30 persen.
Menurut Vice President Strategic Advisory Coldwell Banker Indonesia, Dani Indra, memasuki semester ke dua tahun 2016 ini, banyak pengembang yang melakukan banyak strategi untuk bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan apartemen.
Salah satunya dengan merilis produk apartemen yang menyasar ke kelas menengah, segmen ini dianggap masih banyak peminatnya, jika dibandingkan dengan apartemen kelas atas.
“Harga per unit apartemen yang banyak diminati oleh pasar berada dikisaran Rp 250 juta hingga Rp 300 juta,” ujar Dani kepada hariansuara.com.
Selain harga, strategi lainnya yang dilakukan oleh pengembang adalah dibuatnya sistem pembayaran semenarik mungkin, contohnya seperti promo cicilan tanpa DP, cash bertahap sebanyak 60 kali bayar, atau cicilan yang murah
“Selain itu salah satu strategi yang banyak dilakukan oleh pengembang adalah melakukan kegiatan promosi secara berkala kepada media TV, radio atau pun online,” ujar Dani.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU