Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Lebih Dekat Bersama Komunitas Polyglot Indonesia

Komunitas & Hobi
25 Jan 2017
Lebih Dekat Bersama Komunitas Polyglot Indonesia

 

Jakarta – Di era globalisasi seperti saat ini, seseorang dituntut tidak hanya memiliki pendidikan yang tinggi, namun juga diperlukan skill atau kemampuan penunjang lain yang memadai. Salah satunya, memiliki kemampuan berbahasa asing, dimana mahir berbahasa asing memang sangat diperlukan untuk kelancaran berkomunikasi secara global.

 

Bahasa, merupakan cara komunikasi yang telah digunakan oleh seluruh manusia. Berbagai macam bahasa tersebar diseluruh dunia. Ada beberapa orang yang sudah menguasai lebih dari satu bahasa. Ada juga yang sedang mempelajari bahasa lain.

 

Namun, belajar bahasa asing tentu bukanlah hal yang mudah. Kita harus terbiasa berbicara di luar bahasa keseharian kita, belum lagi harus menghafal berbagai kata asing yang kadang sulit diucapkan. Namun, ternyata hal ini tak menghambat banyak orang untuk tetap mempelajari dan menguasai bahasa asing.

 

Untuk terus mengasah bahasa tersebut, berdirilah suatu komunitas yang diberi nama Polyglot Indonesia. Komunitas ini sudah ada di beberapa kota Indonesia yang diberi nama Polyglot Indonesia. Para anggota komunitas ini rata-rata menguasai beberapa Bahasa ini.  Kepada Albi Wahyudi,  Paramita Wulandari (The Catalyst Polyglot Indonesia) menerangkan mengenai serpak terjang komunitas ini.

 

Apa yang dimaksud komunitas Polyglot Indonesia?

 

Komunitas Polyglot Indonesia adalah wadah bagi semua penggemar bahasa yang menguasai atau sedang mempelajari bahasa Indonesia.

 

Kapan berdirinya Polyglot Indonesia?

 

Polyglot Indonesia terbentuk pada awal tahun 2012 oleh Arradi Nur Rizal (berdomisili diStockholm) bersama dengan Krisna (Korea) dan juga Monis (Italia). Pada awalnya terinspirasi oleh komunitas Polyglotclub di Paris, Monis Pandhu bersama dengan Sandya Rani Kartosengodjo membentuk grup Polyglot di Yogyakarta dengan motivasi untuk memperbanyak jam praktek bahasa asing yang sedang dipelajari dalam suasana yang santai dan fun. Mereka mengadakan pertemuan Polyglot kali pertama pada bulan Agustus 2010.

 

Namun mulai pertengahan tahun 2011, kegiatan Polyglot Yogyakarta menjadi kurang aktif dikarenakan beberapa koordinator Polyglot Yogyakarta di waktu bersamaan melanjutkan studi mereka ke Perancis dan Italia. Hanya grup bahasa Spanyol dan Jerman yang saat itu masih aktif. Saat menghubungi Monis, Rizal tidak tahu menahu mengenai keberadaan Polyglot Yogyakarta, akan tetapi semakin memantapkan niatnya ketika mengetahui hal tersebut untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan polyglot, bukan hanya di Yogyakarta, namun di seluruh kota di Indonesia. Acara meetup pertama di Jakarta sendiri berlangsung pada tanggal 16 Februari 2013.

 

Latar belakang berdirinya ini apa dan tujuannya?

 

Ketika mengikuti pertukaran pelajar (SMA) ke Argentina, disana selama setahun Rizal (salah satu pendiri Polyglot Indonesia) hanya menggunakan bahasa Spanyol. Ketika kembali ke Indonesia, beliau tidak bisa menemukan orang yang bisa diajak bahasa Spanyol. Akhirnya selama 6 tahun tidak menggunakan bahasa tersebut dan karena jika bahasa tidak digunakan akan hilang maka banyak sekali kosa-kata yang hilang. Beliau baru bisa menggunakan bahasa spanyol saya ketika saya berada di Jerman.

 

Rizal berkeinginan supaya tidak ada teman-teman yang mengalami masalah yang serupa seperti dirinya ketika mereka kembali ke Indonesia. Di tambah lagi bahasa merupakan kemampuan yang agak dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Padahal banyak sekali teman-teman yang mempunyai semangat untuk belajar bahasa.

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempratekkan bahasa lebih banyak dengan suasana yang santai fun meminimalisir terintimidasi.  Disini juga kita dapat bertukar informasi (seperti informasi beasiswa atau informasi perjalanan) dan tentu saja untuk melebarkan jaringan pertemanan.

 

Punya basecamp atau kantor dimana?

 

Saat ini Polyglot Indonesia dapat ditemukan di beberapa kota (chapter) di Indonesia, seperti Aceh, Bandung, Denpasar, Jakarta, Kebumen, Malang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.  Juga di chapter lainya yang sedang dalam pengembangan, seperti Mataram dan Medan. Untuk basecamp/kantor yang bersifat tetap tidak ada karena pertemuanya sendiri cafe to cafe.

 

 

Bagaimana caranya bergabung dikomunitas ini ? syaratnya apa saja ?

 

Cukup hadir saja dalam acara meetup kami di chapter yang ada. Yang ingin mengikuti meetup disarankan sudah memiliki bahasa yang ingin dipraktekan, apapun tingkat kemahiranya. Karena kegiatan utama kami adalah mempraktekan bahasa yang sedang dipelajari.

 

Dalam setiap meetup akan ada topik yang di share di media sosial. Diharapkan anggota yang hadir sudah bisa mempersiapkan kosakata apa saja yang kemungkinan akan dipakai dalam diskusi nanti saat meetup.

 

Sudah berapa banyak jumlahnya yang sudah bergabung pada komunitas ini ?

 

Kami tidak mendata detail setiap anggota yang tertarik untuk mengikuti event kami. Kami hanya mendata para koordinator dan kontributor kami karena kami ingin semua orang untuk bergabung bersama kami. Tetapi jika dilihat dari facebook group kami ada 4000++ members.

 

 

Kegiatannya apa saja yang dilakukan ?

 

Kegiatannya adalah sebagai berikut, Language Exchange secara regular, yaitu pertemuan per bahasa di koordinasi oleh koordinator bahasa. Tempat dan waktu semuanya di serahkan kepada koordinator.

 

Pertemuan antar bahasa hasil koordinasi antar koordinator bahasa. Yang terjadi ketika pertemuan antar bahasa adalah kita siapkan meja dengan label bahasa. Contohnya meja Italia atau meja Spanyol. Ketika teman-teman bercakap-cakap di meja tersebut. Mereka harus menggunakan bahasa yang tertera di meja tersebut. Contohnya : Ketika di meja Spanyol, setiap orang di meja spanyol harus menggunakan bahasa spanyol. Ini berguna untuk para polyglot untuk berlatih berpindah bahasa, karena mereka dapat berbicara 15 menit di meja Jerman, kemudian 15 menit di meja Spanyol dan 15 menit di meja Mandarin.

 

Memberikan materi mengenai bahasa dan budaya di berbagai event (seminar, language camp, dll), menjadi penerjemah (baik lisan maupun tulisan), menerima permintaan untuk menjadi EO dan LO di event internasional, nonton bareng film Eropa dan Diskusi

 

Ada berbagai macam profesi, usia, dan dari mana saja yang bergabung dalam  komunitas ini ?

 

Latar belakang profesinya bermacam-macam, dari entrepreneur sampai pegawai kementrian luar negeri, dari pelajar SMA sampai yang sudah punya anak, dari aktivis NGO sampai dosen. Semuanya ada disini. Banyak juga teman-teman yang berdomisili di Eropa dan negara-negara lain ikut berinteraksi melalui forum ataupun di grup.

 

Adakah target yang ingin dicapai dan rencana yang belum terlaksana dari  komunitas ini ?

 

Polyglot Indonesia menjadi sebuah platform inspirasi bagi masyarakat Indonesia di bidang budaya dan bahasa. Rencana kedepan kami ingin bisa bekerjasama dengan UN (United Nation) dan juga ingin mengarsipkan semua bahasa daerah yang ada di Indonesia sebagai kontribusi bagi negara Indonesia.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X