Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

KJB Ingin Kembalikan Warisan Budaya Leluhur

Komunitas & Hobi
07 Feb 2017
KJB Ingin Kembalikan Warisan Budaya Leluhur

 

Jakarta – Proses akulturasi budaya leluhur semakin ditekan dengan berkembangnya teknologi seperti sekarang ini, terutama adanya pengaruh budaya Barat.

 

Pengaruh lain seperti masalah persediaan pangan, bahan energi dan bahan industri strategis, turut memperbesar risiko pergerseran perbedaan dan kepentingan di masyarakat.

 

Budaya Barat seolah mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Kebiasaan dan pola hidup orang barat seakan menjadi cermin modern. Hal ini jelas mengikis perilaku dan tindakan seseorang.

 

Dari sinilah nilai tradisional dan kearifan lokal mulai terkikis secara perlahan karena tidak mampu bersaing dengan budaya modern dalam bentuk pergaulan masyarakat.

 

Untuk itu, kehadiran Komunitas Jelajah Budaya (KJB) dapat mengembalikan upaya-upaya pengembangan dan peduli pada seni-seni, budaya, dan bangunan tua serta peninggalan sejarah bangsa.

 

KJB didirikan pada 17 Agustus 2003 oleh beberapa mahasiswa dan alumni perguruan tinggi di Jakarta sebagai bentuk keprihatinan terhadap kurangnya perhatian dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsanya, baik berupa bangunan bersejarah yang telah menjadi Bangunan Cagar Budaya (BCB) maupun kesenian tradisional.

 

Ketua KJB, Kartum Setiawan mengatakan, latar belakang dibentuknya komunitas KJB ini tidak lain untuk mengembalikan budaya lokal asli yang telah ditinggalkan masyarakat setempat.

 

Kemudian juga untuk melestarikan hasil karya budaya bangsa, serta turut serta dalam membentuk generasi yang menghargai budayanya.

 

“Kami ingin menginformasikan sejarah dan budaya ke masyarakat umum melalui kegiatan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah. Dan tentunya ingin mengaplikasikan ilmu sejarah untuk masyarakat,” ujar Kartum.

 

Harapannya, masyarakat Jakarta semakin mencintai kotanya dengan mengetahui sejarah dan budaya kotanya, terutama dalam konteks pelestarian.

 

Salah satu bentuk kegiatan dilakukan KJB seperti, mengenalkan kawasan Kota Toea Jakarta sebagai tujuan wisata yang sarat dengan nilai-nilai edukatif, rekreatif dan edutainment.

 

“Jadi kami memperkenalkan museum dengan memberi perhatian besar bagi pelestarian budaya bangsa. Selain itu, kami juga melakukan jelajah malam, Night Time Journey at Museum, diskusi sejarah dan budaya, termasuk penelitian,” tuturnya.

 

Saat ini anggota yang aktif ada 25 orang dan member sekitar 7122 orang.

 

Mereka berasal dari dari masyarakat umum, sejarahwan, arkeolog, arsitek, arsiparis, museology, fotografi dan dari kalangan profesi lainnya.(Liputan eksklusif oleh Albi Wahyudi, HS)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X