
hariansuara.com, Depok - Komunitas Orang Indonesia (OI) didirikan oleh penyanyi legendaris, Iwan Fals dan para fansnya pada 14 Agustus 1999 di Leuwinanggung No. 19, Cimanggis, Depok
Alor juga tak mau kalah. Komunitas OI Alor berdiri pada 5 Maret 2015 di Batutenata, Nusa Kenari, Kalabahi. Penggagasnya adalah Bang Dr. Hasibun Asikin. Sedang Ketua Fals Mania Alor, Ariful Kabir
“Kami ini pecinta Iwan Fals. Bang Iwan sebagai salah satu penyanyi legendaries tanah air adalah inspirasi kami. Di mata kami, Iwan Fals adalah kritikus independen terhadap tirani yang dituangkan melalui lagu," ungkap Ketua OI Alor, Amirudin Tolang alias Omson kepada hariansuara.com.
Berjuang Lewat Lagu
Menurut Omson, perjuangan tidak selalu harus melalui organisasi – organisasi politik. “Berjuang bisa juga lewat lagu. Meski dalam logika teori perjuangan, tidak layak dilekatkan sebagai seorang pejuang. Jika kita mencermati lirik lagu-lagu Iwan Fals, terasa penuh dengan nilai - nilai perjuangan yang sangat substantif," lanjut Omson.
Sementara itu, Dr. Hasibun Asikin, M.Pd alias Paman Dosen menjelaskan, perjuangan Iwan Fals yang dituangkan lewat liriknya bukan asal – asalan disuarakan dari ruang hampa, “Tapi berdasarkan kajian dan analisa yang panjang terhadap situasi dan kondisi saat lagu diciptakan.
Keterpanggilan untuk menyuarakan ketidakdilan, itulah yang menjadikan seorang Iwan sebagai pejuang. Dia berani mempertaruhkan nyawanya ketika menyuarakan kepentingan banyak orang," ucap Paman Dosen pada hariansuara.com.
"Penciptaan lirik lagu Iwan Fals menurutnya juga tidak lewat pengeras suara dalam menara gading. Iwan Fals secara empiris terjun menjadi bagian dari apa yang hendak ia suarakan. Itu yang membedakan Bang Iwan dengan yang lain," lanjut Paman Dosen.
Kritikan - kritikan Iwan Fals dalam lirik lagu, tidak hanya sebatas kritik, ucapnya, “Namun kritikan yang sekaligus memberi solusi. Sehingga dalam lirik lagu Iwan Fals juga banyak solusi – solusi pembangunan yang semestinya," ucap Paman Dosen.
Berbagai Kegiatan Sosial
Sekretaris OI Alor, Ruslan Tambe alias Alan mengatakan, “OI Alor, selain bernyanyi keliling kota, kami para anggota OI juga melaksanakan berbagai macam kegiatan. Sesuai dengan seruan positif dalam lirik lagu Iwan Fals. Komunitas OI di Kalabahi, ibu kota Alor ini, ada 5 kelompok tersebar di penjuru kota.
“Mereka adalah para pelajar, mahasiswa, para guru dan jugaada yang dosen,” tutur Alan, “Kegiatan yang rutin kami lakukan diantaranya menghibur masyarakat dengan lagu – lagu spesial Iwan Fals.”
Namun tak hanya menghibur, “Kami juga mengadakan bermacam kegiatan sosial. Diantaranya, membantu dan menyalurkan bantuan saat ada bencana. Turun tangan membersihkan sampah dan got – got di dalam kota. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dandim 1622 Alor dan Polres Alor.”
Bahkan komunitas ini juga peduli lingkungan. Buktinya mereka melaksanakan kegiatan menanam mangrove. “Kami juga menanam pohon mahoni di sejumlah rumah ibadah di Kalabahi.”
Dari kebersamaan komunitas positif ini, beberapa anggota terinspirasi untuk membuka kegiatan wirausaha.
“Ada yang kemudian membuka kafe, usaha pakaian dan atribut OI, laundry dan sebagainya. Kami, sungguh bukan generasi frustasi. Kami generasi yang sehat lahir dan batin,“ tegas sang ketua sambil tersenyum lebar. (Marzuki Tambe)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU