
Jakarta - Seiring perkembangan zaman, saat ini banyak muncul beragam teknologi canggih yang dapat membantu seseorang untuk melakukan banyak hal , termasuk dalam urusan komunikasi. Saat ini banyak bermunculan beragam aplikasi berbasis komunikasi mulai dari Gtal, facebook, tweeter, whatsapp, skype hingga yahoo messenger memudahkan orang untuk berkomunikasi termasuk mencari jodoh.
Berbicara mengenai aplikasi komunikasi, salah satu aplikasi yang banyak digunakan oleh masyarakat belakangan ini adalah Camfrog, yakni sebuah perangkat lunak pengirim pesan instan melalui internet, dengan menggunakan aplikasi ini setiap pengguna bias bias berinteraksi melalui text, video streaming, audio streaming dan voip. Perangkat lunak ini diciptakan oleh CAMSHARE LLC pada tahun 2003.
Di Indonesia sendiri, pengguna aplikasi ini begitu membludak, bahkan diantara mereka ada yang membentuk komunitas, salah satunya adalah Komunitas Camfroger Indonesia (KACI).
Terbentuk sejak tahun 2007, komunitas ini terbentuk dari ajang kumpul-kumpul beberapa pengguna camfrog, karena sering berkumpul dan bersilaturahmi maka munculah ide liar untuk membentuk komunitas.
Menurut Jimmy Putra, salah satu anggota KACI, anggota KACI saat ini telah tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Batam, Riau, Lampung, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan lain-lain.
Jimmy sendiri mengaku dirinya mengenal camfrog, sejak dua tahun lalu, saat itu ia mencoba memanfaatkan camfrog untuk mempromosikan band nya, seiring berjalannya waktu ia pun ketagihan menggunakan aplikasi ini, penggunaanya yang user frendly, video streaming yang bagus, serta suara yang jernih membuat ia betah berlama-lama di depan layar monitor .
“Tidak hanya itu, berhubung camfrog ini bisa digunakan di berbagai negara, saya juga bisa berkenalan dengan orang-orang dari luar negeri,” kata Jimmy kepada hariansuara.com.
Senada dengan Jimmy, Repo salah satu anggota KACI mengaku menggunakan camfrog ini ternyata banyak manfaatnya, selain bisa menambah teman, Camfrog juga bisa dijadi media untuk berpromosi, “Kebutulan saya memiliki bisnis merchendise, dengan menggunakan camfrog saya bisa memromosikan usaha saya,” kata Repo.
Dicap Sebagai Media Pornografi
Diakui Jimmy, Camfrog memang edentik dengan pornografi, hal ini memang disebabkan karena beberapa usernya nya yang “jahil” memanfaatkan teknologi dunia maya untuk melakukan beberapa adegan mesum, seperti buka-bukan, masturbasi, ataupun onani.
Nah, untuk mengikis stigma negatif tersebut, KACI sendiri berupaya untuk mensosialisasikan budaya menjadi seorang user yang dewasa. Dengan mengusung slogan “Jangan bugil di depan kamera” para angota KACI ini diajak untuk tidak melakukan aksi buka-bukaan di depan kamera.
Namun, apapun stigma yang dilontarkan kepada pengguna camfrog, toh buktinya mereka tetap bisa melakukan berbagai macam kegiatan yang positif. Baksos ke rumah yatim piatu, ataupun membagi-bagikan makanan ke fakir miskin saat bulan Ramadhan sudah menjadi agenda mereka setiap tahunnya.
Salut buat Komunitas Camfroger Indonesia dan jangan lupa, jangan bugil di depan kamera ya...
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU