Jakarta - Siapa bilang mainan itu hanya khusus diperuntukkan untuk anak-anak, ternyata orang dewasa pun juga boleh memilikinya. Ngga percaya? Lihat saja komunitas Action Figure Indonesia (KAFI), komunitas penggemar action figure ini ternyata mayoritas anggotanya adalah mereka yang umurnya memang sudah tidak muda lagi alias dewasa.
“Tidak semua action figure diperuntukkan untuk anak-anak, karena harganya juga banyak yang mahal dan sulit untuk dibeli oleh anak-anak,” kata Bellarminus Paratomo ketua KAFI.
Action figure adalah mainan berkarakter yang berpose, terbuat dari plastik atau material lainnya dan karakternya sering diambil berdasarkan film, komik, videogame, acara televisi ataupun tokoh politik.
Komunitas ini didirikan tanggal 8 April 2006, berawal dari sebuah thread forum dunia maya maka tercetuslah ide untuk membuat komunitas action figure yang dapat mewadahi para penggemar action figure “ Ada beberapa orang yang mencetuskan terbentuknya komunitas ini yakni Robby Whitebase, Mul Toyzcorner, Billy ToyzAholic, Effendi, Ryo SFoI, Romy dan lain-lain”. ujar pria yang biasa disapa Billy ini.
Tujuan dari dibentuknya komunitas ini adalah sebagai wadah bertukar informasi mengenai dunia action figure, mulai dari memperbanyak teman, info tempat penjualan action figure murah, hingga tukar menukar koleksi.
Menurut Billy orang-orang yang tergabung dalam komunitas ini, bukan hanya mereka para kolektor action figure, tetapi juga ada pencinta, penggemar, pedagang, dan pembuat action figure. “Jika dilihat member kami di facebook sudah berjumlah 700 member, sedangkan kalau yang aktif berkumpul ada sekitar 30 orang,” jelas Billy.
Nah, layaknya sebuah komunitas pada umumnya KAFI pun memiliki segudang kegiatan yang menarik, mulai hanya sekedar gathering, mengadakan event bazar, hingga bakti sosial.
Lantas apa sih yang membuat mereka begitu tergila-gila dengan action figure?Mengenai hal ini Billy pun mengatakan, setiap anggota KAFI pastinya memiliki alasan berbeda-beda mengapa mereka menyukai action figure. Ada yang suka karena ingin balas dendam karena sewaktu kecil tidak bisa membeli, tetapi ada juga yang suka karena action figure mirip dengan tokoh idola yang difavoritkan.
Namun apapun alasannya, dimata Billy action figure bukan hanya sekedar orang-orangan yang tidak memiliki arti. Dimatanya, action figure adalah sebuah karya seni yang memiliki nilai yang sangat tinggi, dimana dalam sebuah action figure terdapat detail-detail yang sangat rumit dan menyerupai bentuk aslinya, “Action figure itu hampir sama seperti seni mematung yang memiliki nilai seni yang tinggi,” jelas Billy.
Namun, Billy juga mengatakan menjadi seorang kolektor action figure ternyata memiliki nilai bisnis yang cukup menjanjikan karena nilai jual action figure ternyata bisa lebih mahal jika disaat membeli. Hal ini disebabkan, jika action figure tersebut langka, atau jarang yang memiliki maka harga jualnya akan melonjak tiga kalipat, merkipun barang tersebut bekas.
“Jika action figure tersebut langka maka harga jualnya bisa mencapai Rp. 5 Jutaan,” kata Billy.
Nah, sekarang apakah Anda masih menganggap action figure itu hanya untuk anak-anak?
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU