
Jakarta - Chapecoense dibanjiri dengan ribuan permintaan keanggotaan setelah "hancur" oleh kecelakaan pesawat.
Klub divisi pertama ini kehilangan 19 pemain dan beberapa anggota stafnya ketika penerbangan carteran yang membawa tim menabrak bukit di dekat Medellin, Kolombia, Senin kemarin.
Orang-orang dari seluruh dunia telah tersentuh oleh kisah klub yang naik dari ketidakjelasan dalam satu pertandingan gelar kontinental pertama sebelum cerita dipotong oleh tragedi ini.
"Pada hari terakhir 13.000 orang ingin mendaftar sebagai anggota, mereka semua dari luar kota [dari Chapeco]," kata Ivan Tozzi Presiden Klub Chapecoense kepada koran Globo dikutip Xinhua, Kamis, (1/12/2016).
Tozzi mengatakan klub yang tujuh tahun lalu berjuang di divisi empat Brasil, saat ini hanya memiliki 9.000 anggota.
Chapecoense sedianya melawan Atletico Nacional Medellin di leg pertama penentuan Copa Sudamerica, Rabu. Pemenang final dua pertandingan akan mendapatkan tempat di Copa Libertadores tahun depan.
Badan Sepak Bola Amerika Selatan menangguhkan final sedangkan konfederasi sepak bola Brasil juga menunda putaran terakhir pertandingan Seri A.
Tozzi mengatakan, ia bertemu dengan Presiden Sepak Bola Konfederasi (CBF) Brasil Marco Polo Del Nero untuk mendiskusikan apakah Chapecoense bisa memainkan pertandingan terakhir mereka melawan Atletico Mineiro.
"Saya berbicara dengan Del Nero tentang pertandingan melawan Atletico Mineiro dan dia berkata “ pertandingan ini harus terjadi dan harus menjadi perayaan besar”.
“Kami tidak memiliki 11 pemain dan dia berkata: "Ya, Anda memiliki pemain muda, para pemain yang tidak bepergian, tidak peduli permainan harus dimainkan... . Chapeco dan Chapecoense layak mendapatkannya".
Tozzi menyambut tawaran dari tim lain melakukan pinjaman pemain untuk Chapecoense tanpa biaya dan proposal lain untuk membebaskan klub dari degradasi selama tiga tahun ke depan.
"Jika klub lain ingin menawarkan bantuan, itu hebat," katanya. "Mulai minggu depan kita akan mulai berpikir tentang itu. Kita perlu bantuan semua klub. Kami tidak lagi memiliki 11 pemain untuk menempatkan di lapangan."
Dia menambahkan, klub belum berpikir untuk mengambil tindakan hukum terhadap LAMIA, perusahaan penerbangan yang berbasis di Bolivia yang mengoperasikan pesawat jarak pendek.
"Itu masalah nanti," katanya. "Sekarang kita melihat masalah manusia. Kemudian kita dapat mulai berpikir tentang langkah-langkah hukum".
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU