
Jakarta - Islandia berikan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Eropa, ketika mereka secara mengejutkan menang 2-1 atas Inggris pada pertandingan 16 besar pada Senin, Senin (27/6/2016) yang memicu pelatih Roy Hodgson untuk mengundurkan diri.
Islandia terlihat seperti tim yang lebih baik dalam setiap aspek permainan dan sangat layak untuk meneruskan laju impian mereka pada penampilan perdananya di turnamen ini.
Setelah tertinggal terlebih dahulu akibat penalti Wayne Rooney, mereka menyamakan kedudukan tidak lama berselang melalui Ragnar Sigurdsson dan kembali mencetak gol pada menit ke-18 melalui tembakan Kolbeinn Sigthorsson.
Mereka kemudian dapat bertahan tanpa benar-benar mendapat tekanan keras, ketika Inggris kesulitan memberikan tekanan dan jarang menguji kiper Hannes Halldorsson.
Islandia merupakan negara terkecil yang pernah tampil di turnamen utama, dan penghargaan mereka adalah tiket perempat final melawan tuan rumah Prancis di Paris pada Minggu, di mana hadiah untuk pemenang adalah laju ke semifinal melawan salah satu raksasa Eropa, Jerman atau Italia.
Keunggulan sesaat terlihat berbeda bagi Inggris pada fase awal pertandingan ketika Raheem Sterling dijatuhkan oleh Halldorson, yang membuat Rooney dapat membawa mereka unggul melalui eksekusi penalti.
Keunggulan itu hanya berlangsung kurang dari dua menit, ketika Islandia menggunakan lemparan ke dalam yang panjang sebagai senjata, mencetak gol. Lemparan Aron Gunnarsson dibelokkan oleh Kari Arnason kepada Ragnar Sigurdsson, yang tidak terkawal sepenuhnya untuk kemudian menyarangkan gol penyama kedudukan.
Jika pertahanan Inggris dapat dinilai buruk untuk gol tersebut, maka yang terjadi adalah bencana saat gol kedua tercipta, ketika Islandia mendapatkan ruang dan waktu yang mereka inginkan untuk memainkan bola di tepi kotak penalti untuk kemudian dituntaskan oleh Sigthorsson.
Tembakan rendahnya berada dalam jangkauan Joe Hart, namun kiper Inggris itu tidak dapat menahannya dan hanya dapat menyaksikan bola bergulir melewati garis gawang.
Inggris terlihat terkejut dan menghabiskan sisa babak untuk menciptakan peluang, pemain depan dan gelandang serang mereka statis, dan dicemooh oleh para penggemarnya sendiri.
Inggris memasukkan gelandang Jack Wilshere pada babak kedua dan kemudian penyerang Jamie Vardy, namun permainan operan tim begitu buruk dan pergerakan mereka pun tidak bagus. Pasukan Roy Hodgson kesulitan untuk memberikan tekanan berarti kepada kubu lawannya.
Di sisi lain, pengawalan yang longgar membuat Ragnar Sigurdsson dapat merepotkan Hart melalui tendangan salto. Pada akhirnya Inggris mengandalkan bola-bola panjang ke kotak penalti, yang dengan mudah mampu dihalau.
Peluit panjang menghasilkan pemandangan luar biasa ketika seluruh pasukan Islandia dan staf pelatih berlari ke sudut lapangan untuk merayakannya dengan para penggemar mereka.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU