Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Sport

Leicester Pecat Manajer Claudio Ranieri

Liga Internasional
24 Feb 2017
Leicester Pecat Manajer Claudio Ranieri

 

London - Juara bertahan Liga Inggris Leicester City memecat manajer Italia Claudio Ranieri pada Kamis, sembilan bulan setelah ia mencatatkan salah satu torehan tersukses di dunia sepak bola di mana timnya kini mengambang di atas zona degradasi.

 

 Pasukan Ranieri mengejutkan dunia olahraga ketika mereka mengamankan gelar Liga Inggris perdana mereka pada Mei silam, namun mereka kesulitan mengulangi aksi heroik tersebut pada musim ini.

 

Mereka saat ini menghuni peringkat ke-17 di klasemen, unggul satu angka dan satu posisi di atas zona merah, menelan kekalahan pada lima pertandingan terakhir di liga. Mereka merupakan satu-satunya tim di empat divisi teratas sepak bola tanpa gol di liga pada 2017.

 

"Leicester City Football Club pada (Kamis) malam ini berpisah dengan manajer tim pertama, Claudio Ranieri," demikian pernyataan klub.

 

"Claudio, ditunjuk menjadi manajer City pada Juli 2015, memimpin The Foxes untuk menuju kesuksesan terbesar dalam sejarah 133 tahun klub pada musim lalu, ketika kami dimahkotai gelar juara Inggris untuk pertama kalinya. Statusnya sebagai manajer tersukses Leicester City sepanjang masa tidak dapat dipertanyakan," tambahnya.

 

"Bagaimanapun, hasil-hasil domestik pada musim ini membuat status Liga Inggris berada di bawah ancaman dan dewan dengan segan mengadakan pergantian kepemimpinan, sambil harus diakui menyakitkan, sudah jelas bahwa kepentingan klub merupakan yang terbaik."

 

Keputusan itu muncul 24 jam setelah tim tampil bersemangat saat kalah 1-2 di Sevilla pada leg pertama 16 besar Liga Champions, di mana mantan Leicester dan penyerang Inggris Gary Lineker menjadi salah satu sosok papan atas yang menentang keputusan tersebut.

 

"Setelah semua yang dilakukan Claudio Ranieri untuk Leicester City, memecat dia sekarang tidak dapat dijelaskan, tidak dapat dimaafkan, dan sangat menyedihkan," tutur Lineker melalui Twitter.

 

Di bawah tekanan Ranieri berada di bawah tekanan menyusul kesuksesan Leicester meraih gelar, di mana tim bertarung menghindari degradasi di tengah laporan-laporan media bahwa ia telah kehilangan kendali di ruang ganti.

 

Klub memberi dia "dukungan penuh" dalam pernyataan yang dirilis dua pekan silam, namun Leicester mendapat hantaman lain pada akhir pekan silam ketika mereka kalah di markas tim strata ketiga Millwall di putaran kelima Piala FA.

 

Penampilan buruk Leicester jauh dari akumulasi angka gemilang mereka tahun lalu.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X