
hariansuara.com, Berlin - Borussia Dortmund menghentikan nasib buruknya di Piala Jerman dengan meraih kemenangan 2 - 1 atas Eintracht Frankfurt pada Sabtu.
Kemenangan ini melengkapi kebangkitan luar biasa bagi Dortmund yang musimnya sempat dinodai insiden penyerangan bom terhadap bus tim pada April, yang melukai bek Mar Bartra dan membuat segenap tim terkejut.
Namun pelatih Thomas Tuchel menjaga motivasi dan rasa lapar timnya sampai akhir.
"Saya merasa kosong, kosong sepenuhnya sekarang," ungkap Tuchel, yang masa depannya masih belum jelas setelah sempat terlibat perselisihan dengan sejumlah petinggi.
"Ini merupakan bagian keras dari suatu pekerjaan. Ini bukan permainan terbaik kami, namun kami melakukannya." ucapnya,"Ya, tentu saja saya ingin bertahan."
Ini merupakan trofi pertama untuk pelatih Thomas Tuchel, yang bergabung pada 2015.
Dortmund menikmati awal yang bagus, Dembele menguasai operan dari Lukasz Piszczek di sisi kanan, dan mengecoh seorang pemain lawan sebelum melepaskan tembakan ke sudut jauh gawang.
Frankfurt memerlukan waktu untuk pulih dan mereka melakukannya pada peluang pertama mereka, ketika Rebic mendapatkan umpan terobosan dari Mijat Gacinovic untuk kemudian menaklukkan kiper Roman Buerki.
Mereka nyaris mengemas gol kedua pada menit ke-39, namun tembakan mendatar Haris Severovic memantul ke tiang gawang saat Dortmund bertahan mati-matian menjelang turun minum.
"Kami bermain bagus selama 90 menit," ucap pelatih Frankfurt Niko Kovac. Namun, Dortmund menyatukan kekuatan setelah turun minum meski harus mengganti Reus, yang mengalami cedera lutut.
Aubameyang nyaris membawa mereka unggul dengan sepakan spektakulernya, namun bola dapat disapu sebelum melewati garis gawang dan kemudian memantul mengenai tiang gawang.
Dortmund mendapatkan penalti pada menit ke-67 dan Aubameyang sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor untuk menutup musim yang layak dikenang. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU