
hariansuara.com, London - Asosiasi Sepakbola (FA) berikan dukungan penuh kepada Rhian Brewster, pencetak gol terbanyak dalam kemenangan Piala Dunia U-17 Inggris awal tahun ini, atas klaimnya alami pelecehan rasis.
Pemain berusia 17 tahun mengatakan pada hari Kamis UEFA "tidak terlalu peduli" tentang rasisme. Brewster mengatakan dirinya telah menyaksikan pelecehan rasial, baik ditujukan kepadanya atau rekan satu tim, sebanyak tujuh kali tahun ini.
FA dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat mengatakan mereka memahami frustrasinya. "Dalam kasus Rhian, kami telah mengunjunginya untuk mendiskusikan keprihatinannya dan memahami rasa frustrasinya terhadap kurangnya tindakan yang dirasakan."
"Dia mendapat dukungan penuh dan kami akan terus mendorong tanggapan yang tepat dari pihak yang berwenang."
FA menambahkan mereka ingin berkolaborasi dengan UEFA dan FIFA mengenai masalah ini. "Harapan kami adalah bekerja sama dengan UEFA dan FIFA untuk belajar dari isu-isu ini dan untuk memastikan jalan yang lebih baik untuk melindungi pemain muda," kata FA.
Brewster yang mencetak dua trik hat-trick dalam dua pertandingan di Piala Dunia U-17 termasuk satu di semifinal melawan Brasil mengatakan kepada Guardian, UEFA menutup mata terhadap masalah ini. "Saya tidak berpikir UEFA menganggap serius hal ini, mereka tidak terlalu peduli, begitulah rasanya," katanya.
Di bawah peraturan UEFA, setiap pemain yang dinyatakan bersalah melakukan fitnah rasial dapat penangguhan setidaknya 10 pertandingan. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU