
hariansuara.com, Jakarta - Awalnya tidak ada niatan bagi Dewi Kucu untuk menjadikan paper cutting sebagai ladang bisnisnya. Keahlian paper cutting-nya ini hanya sebatas hobi. Sampai akhirnya di tahun 2014 Dewi memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di kantor, menjadi full-timer seniman kertas dan mendirikan bisnisnya yang bernama cutteristic di tahun 2011.
Seni paper cutting menggugah hati Dewi manakala di akhir tahun 2010, dia melihat sebuah paper cutting di majalah fashion. Pikirnya waktu itu, bagaimana bagaimana cara membuatnya? . Dan kebetulan keponakannya saat itu ada yang akan berulang tahun, terbesitlah dalam pikirannya untuk membuat paper cutting itu dan dijadikan sebagai kado. Tanpa dikira, awalnya hanya iseng-iseng kemudian ada teman dan keluarga yang memesan dan setiap tahunnya jumlah pesanan terus bertambah.
Nah, dari sini Dewi pun berpikir sepertinya produk dari seni paper cutting dapat dijadikan peluang usaha. Dan untung, pekerjaannya terdahulunya banyak membantunya mengembangkan bisnis paper cutting. Pengalaman bekerja di sebuah perusahaan furniture Vinoti Living membantunya dalam mengolah produk, dari pemilihan material, packaging, presentasi, fotografi dan dunia digital marketing.
Dewi keluar dari Vinoti Living di 2012 dan masuk ke perusahaan distributor buah segar sebagai Digital Marketing Manager. Di tahun yang sama, Dewi lalu membuat website yang berisi dokumentasi karya-karya beserta keterangan produk dan harga. Latar belakang sebagai fotografer jugalah yang membuat Dewi dapat mendokumentasikan karyanya dengan baik.
Ia bercerita cutteristic berasal dari Cutter + characteristic.” Setiap karya seni potong kertas memiliki karakteristiknya masing-masing melalui pesan yang ingin disampaikan melalui bentuk pola yang unik dan tingkat kerumitan di dalam proses pembuatan. Design dapat menjadi sangat rumit ataupun sederhana tergantung dari keinginan seniman dan dapat berupa lukisan realistik atau abstrak” tuturnya. Dengan keahliannya di sehelai kertas, Dewi mampu membuat kado farewell dan ucapan terima kasih yang paling banyak dipesan oleh perusahaan. Selain itu juga ada Kado Ulang Tahun, Kado Pernikahan & Ulang Tahun Pernikahan, Kado Anak, Kado Bayi Baru Lahir dan Souvenir Perusahaan.
Untuk proses pengerjaannya sendiri, pertama ia akan menerima design foto dari klien lalu digambar ulang di komputer dengan program Adobe Illustrator selama 30-120 menit. “Ini adalah proses yang paling sulit karena disinilah bagian utama dari karya paper cutting, design harus bagus dan digambar semirip mungkin dengan foto klien agar karakter dari wajah klien dapat diterjemahkan dengan jelas dan orang yang melihat hasil akhirnya akan mengenali siapa gambar dari paper cutting wajah yang dimaksud” tuturnya.
Setelah itu proses cutting, dimana design yang sudah disetujui oleh klien akan dipotong manual dengan cutter selama 4-12 jam. Dan yang terakhir adalah assemble, kertas yang sudah dipotong akan dimasukkan ke dalam bingkai sebelum dikirim ke klien sekitar 30 menit.
Untuk pemasaran atau distribusinya, di tahun-tahun awal Cutteristic berdiri, Dewi mencoba berbagai medium online dan offline, dengan mengikuti pameran, bazaar, konsinyasi di berbagai tempat, gedung, mall. Namun tahun ini Dewi hanya fokus di online karena itu yang dirasakannya paling efektif dan berdampak besar. "Sampai tahun 2016 ini sudah lebih dari 4000 karya yang dihasilkan dengan per bulan bisa menangani sekitar 30-50 klien."kata Dewi.
Menyoal rencana kedepan, Dewi mengatakan Cutteristic selalu berusaha untuk berinovasi mengembangkan paper cutting ke jenis produk lain diluar kado, bingkai, dekorasi dinding yang biasa dikerjakan sebelumnya. Seni paper cutting tidak hanya dapat diterapkan di medium kertas, tetapi juga medium lain, berikut ekspansi yang sudah dikerjakan oleh Cutteristic.
“Cutteristic akan dikembangkan ke medium-medium lain dan lini produk lain bukan hanya sebagai kado di dalam bingkai yang selama ini saya kerjakan, tapi akan dikembangkan ke arah fashion, interior, arsitektur, dan lainnya” pungkasnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU