Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Merajut Laba Dari Bisnis Boneka Anak-anak

Peluang Usaha
08 May 2016
Merajut Laba Dari Bisnis Boneka Anak-anak

 

Jakarta - Jika Anda sedang melakukan perjalanan ke Bali dan Anda perlu beberapa mainan untuk menjaga anak-anak Anda tetap terhibur saat berada di Pulau Dewata. Beberapa toko mainan bermunculan satu sama lainnya di Jalan Raya Kerobokan, salah satunya adalah Rosada Doll House.

 

Rosada Doll House merupakan toko yang menjual mainan anak-anak yang telah berdiri sejak tahun 2005 di Bali. Disini Anda akan menemukan berbagai varian jenis mainan anak-anak, mulai dari mainan rumah berikut dengan perabot mungil dan penghuninya yang imut-imut,  dan mainan lainnya dengan harga yang bervarisi. Mulai dari yang seharga Rp. 1 jutaan hingga 10 juta, sedangkan untuk furnitur doll house  mulai dari rp. 30 ribuan hingga 300 ribuan dan mainan dari 100 ribuan hingga 1 juta.

 

Rosada Thalib, pemilik Rosada Dollhouse bercerita yang mendorongnya untuk masuk ke bisnis mainan karena sulit untuk mendapatkan mainan kayu yang bisa untuk dimainkan oleh anak-anak.”Yang  tersedia di pasar adalah mainan kayu yang setiap hari anak-anak sudah lihat di sekolahnya seperti blok, puzzle dan educatif toys lainnya sehingga jika orang tua membelikan mainan seperti itu cenderung membuat anak-anak bosan. Hal ini juga  dialaminya oleh anak saya saat mencari  mainan dan yang ditemukannya adalah mainan di pasaran didominasi oleh mainan plastik.” tuturnya.

 

Rosada mulai mencari literatur di internet dan majalah majalah tentang mainan kayu, ternyata banyak sekali mainan yang menurut kami luar biasa. Dan kebetulan  saat itu kami memiliki cukup banyak sisa potongan-potongan triplek  karena kami bisnis interior manufacture dimana selama ini potongan-potonan tersebut kami buang karena sudah dikategorikan sebagai sampah” kata Rosada.

 

Nah, dari sana Rosada beserta suami mulai merancang untuk memanfaatkan limbah triplek dan kayu tersebut untuk membuat mainan-mainan kayu, pilihan pertamanya jatuh pada rumah boneka atau yang sering disebut dollhouse, dan  mulai merancang beberapa model dollhouse dan castle untuk anak-anak.

 

Rosada mengatakan awalnya mainan tersebut dibawa ke bazar-bazar sekolah di Bali, dan juga pameran-pameran lokal. Tanpa dinyana,  respon para orang tua dan anak-anak cukup antusias, selain membeli mereka juga memberikan masukan masukan kepadanya mengenai mainan mainan yang diproduksi Rosada Doll House.

 

“Dan banyak diantara mereka yang mendorong supaya kami buka toko agar mudah jika mereka ingin mengunjungi atau merekomendasikan kerabat mereka, dari sanalah bisnis ini mulai menghasilkan sampai akhirnya kami memutuskan membuat toko khusus untuk menjual produk kami yang di beri nama  Rosada Dollhouse ”. tuturnya.

 

Rosada mulai lebih serius menata bisnis mainan, mulai dari packaging, knock down sistem dan lain-lain karena tokonya berada di Bali banyak turis asing yang membeli untuk dibawa pulang ke negaranya, dan beberapa dari mereka ada yang akhirnya membeli untuk dijual kembali di negaranya, sehingga selain menjual retail Rosada juga menerima pesanan.

 

Tentu dalam membangun bisnisnya ini Rosada menemui berbagai tantangan. Tantangan utamanya adalah bahan baku dikarenakan sekarang tidak bisa hanya mengandalkan bahan sisa produksinya, dan juga mengenai sistem produksi dimana di karenakan dollhouse Rosada mulai di eksport berarti ada standard children safety mulai dari pemilihan cat yang berbahan dasar air yang tidak beracun, perhatian terhadap sudut-sudut tajam dan smal part agar tidak membahayakan anak-anak. Selain itu seperti UKM lainnya permasalahannya adalah di bidang pemasaran produk dan pelatihan produksi dimana Rosada berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menfasilitasi hal ini.

 

Akan halnya dengan pemasarannya, Rosada Doll House memasarkan produksinya dari mulut kemulut dimana client/tourist  yang membeli di tokonya, lantas menceritakan kekerabatnya yang akhirnya memutuskan untuk untuk menjual di negaranya. Selain itu pemasaran juga dilakukan melalui  websitenya dan akhir-akhir ini Rosada juga bergabung dengan beberapa organisasi seperti AMKRI dan BEDO yang membantu UKM agar dapat menembus pasar Export yang salah satu caranya adalah pameran-pameran berskala Internasional. 

 

“Buyer individual / langsung berasal dari seluruh dunia ( karena posisi showroom kami di Bali ), untuk whole kita export ke Australia dan Belanda, sekarang sedang penjajakan untuk export ke Malaysia dan negara –negara di Afrika” kata Rosada. “Rencana kami kedepan  adalah tetap berfokus pada inovasi produk dan go International, dimana kami menyadari bahwa untuk merealisasikannya kami harus lebih banyak mencari pasar eksport.”

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X