Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Jangan Buang Kulit Pisang Sembarangan, Ini Bisnis Menantang

Peluang Usaha
15 Jun 2017
Jangan Buang Kulit Pisang Sembarangan, Ini Bisnis Menantang

 

hariansuara.com, Jakarta – Melihat tumpukan plastik yang tiap hari makin menggunung, rasanya menimbulkan keresahan. Betapa tidak! Karena kita tahu, di balik tumpukan ini, ada bencana mengancam.

 

Semua tahu, sampah plastik ini butuh waktu puluhan tahun bahkan ratusan tahun agar mampu terurai. Bisa dibayangkan andai setiap hari tumpukan makin meninggi, sementara menunggu terurai saja butuh berabad-abad. Bagaimana nasib kita di masa depan, dalam lingkungan yang parah ini?

 

Hal ini ternyata juga mengusik hati sejumlah anak-anak muda. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Brawijaya. Dari rasa risau inilah terbit ide cemerlang.

 

Biokuping, pengganti plastik

 

Jurusan studi yang mereka pilih, Fakultas Teknologi Pertanian, memberi ilmu yang tak hanya terpampang di buku saja. Mereka berembuk dan mencoba menciptakan pengganti plastik tersebut.

 

Mereka adalah Rizki Septian Candra K, Himawan Auladana, Neno Retnowati, Abis Rinaldi dan Sellyan Lorenza Orlanda Putri.

 

Kelimanya bekerja sama menciptakan plastik yang ramah lingkungan. Tak tanggung-tanggung, hanya dalam kurun waktu sebulan bahan tersebut bakal lenyap terurai.

 

“Dan kualitasnya tidak kalah dengan plastik yang sudah ada selama ini,” tegas Rizki.

 

Bahan plastik ini terbuat dari kulit pisang. Bahan yang gampang didapatkan di mana saja. Dan harganya pun murah.

 

“Cara membuatnya dengan menghaluskan kulit pisang tersebut. Setelah itu dicampur dengan glycherol dan chitosan. Kandungan pati alami dalam kulit pisang cocok untuk bahan dasar plastik. Bakteri dan biotin ditambahkan supaya proses penguraian berlangsung lebih cepat,” tambah Candra.

 

Hasil akhir ini sungguh ramah lingkungan. Mereka memberi nama hasil temuan tersebut dengan Bio Plastik Kulit Pisang (Biokuping).

 

Bahan baku berlimpah

 

Penemuan yang sangat berharga ini tak hanya mandek sampai di percobaan belaka. Mereka kemudian sepakat untuk mengembangkan hasil temuan mereka lebih jauh. “Bahan ini sebaiknya tidak dibuang. Sebab bisa menjadi barang yang berharga bagi lingkungan dan juga bermanfaat untuk masyarakat.”

 

Dari hasil pantauan akhirnya mereka menemukan ide untuk bekerja sama dengan pabrik snack pisang. Dan hal itu kesampaian juga.

 

Kami sudah bekerja sama dengan pabrik pembuat snack pisang. Setiap hari pabrik ini menghasilkan 100-200 kg limbah kulit pisang. Langkah ke depan, kami akan memikirkan.

 

Namun yang penting kini, kami sudah mematenkan penemuan kami ini.” Selamat ya, kalian para mahasiswa hebat! (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X