
hariansuara.com, Jakarta - Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja, salah satunya dari hobi. Ya, Banyak para pebisnis memulai usahanya berangkat dari hobi. Nah, kali ini ada seorang pria bernama Reza yang memulai bisnis dari kesukaannya mengumpulkan senjata tajam terutama pedang yang digunakan samurai Jepang.
Menyinggung pedang samurai atau Katana, seperti diketahui pedang ini bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Jepang. Pedang ini bukan sembarang pedang. Dalam arti kegunaan tak hanya untuk bela diri semata melainkan lebih dari itu, pedang sebagai perlambang jiwa kesatria. Zaman dahulu, pembuat katana dianggap sebagai seniman dengan kasta yang paling tinggi. Mereka biasanya berhubungan langsung dengan raja dan membuatkan pedang mereka secara langsung. Pedang ini pun tenar dipakai para Samurai di Jepang masa lalu.
Di Indonesia, banyak yang menggemari pedang katana termasuk reza. Penggemar pedang katana biasa nongkrong di Kaskus. Mereka saling bertukar informasi plus jual beli koleksi. Reza pun melihat peluang untung yang bisa didulang dari usaha jual beli pedang samurai.

Tahun 2008, dia memutuskan untuk mendirikan Mr Miyamoto. Mungkin banyak yang mengira Reza keturunan Jepang karena ada nama Miyamoto dibelakangnya. Tapi alasan nama Miyamoto itu hanya sebatas branding saja agar orang mudah mengingat Reza adalah penjual pedang Jepang.
"Miyamoto sengaja saya ambil dari salah satu tokoh samurai Jepang yang terkenal, biar orang gampang ingat saja" kata dia kepada hariansuara.com beberapa waktu lalu.
Bisa dibilang pemain pedang masih jarang saat dia mendirikan usaha ini sekitar 9 tahun lalu. Laba manis kerap dirasakannya, lewat jalur offline termasuk melalui tokonya di wilayah Kalimalang, Bekasi. Maklum saat itu sosial media, semisal facebook, twitter, Instagram dan lainnya belum booming seperti sekarang. Salah satu market place yang dia manfaatkan hanya kaskus.
Pedang katana yang dijualnya banyak didatangkan dari luar negeri terutama dari China. Beragam jenis pedang katana dia jual. Harganya pun bervariasi dari yang termurah berharga ratusan ribu sampai tak terhingga. Tak terhingga disini maksudnya, satu pedang pernah dia menjualnya sampai puluhan juta untuk satu pedangnya.
Tapi sekarang ini Reza mengatakan tak hanya menjual pedang katana saja. Jenis pedang lain juga dijualnya semisal jenis pedang yang ada di film fantasi, anime jepang atau kartun. Bentuknya tak seperti pedang katana. Pedang anime atau kartun lebih kompleks bentuk, plus ukiran dan gulir. Tapi seperti pedang katana, pedang anime itu pun Reza import dari negeri ginseng.

Sejurus dengan jenis pedang yang dijual sekarang berbeda. Reza banyak memanfaatkan bazar atau pameran yang mengambil tema kartun atau anime di Jakarta. "Kita sering ikut pameran seperti itu untuk menjangkau pasar lebih luas dan nyambung juga dengan apa yang kita jual" kata Reza yang kini punya empat pegawai di tokonya." tuturnya.
Bicara soal konsumen pedangnya, Reza mengakui kalau dulu menyasar lebih ke para kolektor pedang, kini merambah ke masyarakat umum. Tak hanya konsumen dalam negeri, pedangnya juga melipir ke negeri seberang semisal Singapura dan negara lainnya.
"Mr Miyamoto juga menerima pedang custom jika ada permintaan dari konsumen selain pedang yang ada toko atau gudang" tuturnya. "Sekarang saya juga buat sendiri khusus pedang katana."
Dalam menjual pedang-pedangnya. Reza perhatikan betul mutu dan kualitasnya. Jadi tidak asal jual pedang, karena ini menyangkut brand yang sudah dibangunnya bertahun-tahun dan kepuasan konsumen. Lantas bagaimana dengan keuntungan yang didapat sejauh ini? Alhamdulilah Reza menjawab. Ya, penghasilan kotor nya dalam sebulan bisa berkisar 50-60 juta rupiah.
Terbilang bukan sebentar Reza menggeluti bisnis pedang. Lika liku bisnis pun dialaminya. Sekarang ini dia melihat banyak persaingan di bisnis jual beli pedang. Terlebih berkembangnya sosial media dan bervariasinya market place.
"Berbondong- bondong orang jual pedang samurai atau lainnya, banyak yang harganya murah-murah nggak tahu kualitasnya, beda kayak dulu" tuturnya.
Tapi Reza melihat ini sebagai tantangan tersendiri bagi bisnisnya. Dia percaya pedang yang dijualnya berkualitas tinggi dan berbeda dengan yang lain. Konsumen sejati yang mengerti pedang pasti mengerti soal kualitas. Reza pun berharap bagi para penjual pedang lainnya untuk tetap menjaga suasana bisnis yang kondusif dan sehat demi kepentingan bersama.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU