Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Bersama Anak Jalanan Kelola Limbah Kertas

Peluang Usaha
08 Sep 2017
Bersama Anak Jalanan Kelola Limbah Kertas

hariansuara.com, Jakarta - Nezatullah Ramadhan pernah suatu ketika merasa resah. Keresahan itu timbul saat melihat semakin banyak anak-anak yang turun ke jalanan Ibukota. Ditambah lagi dengan keadaan dimana sekarang pendidikan gratis, tetapi banyak anak yang putus sekolah.  Cerita dari sang bundanya mengenai anak muridnya pun semakin mengukuhkan hatinya berbuat sesuatu. 

Terbesit dalam pikiran, bagaimana caranya mengalokasikan kegiatan anak jalanan itu menjadi sesuatu yang positif? Neza sapaan akrabnya kemudian berinisiatif mendirikan Nara Kreatif alih-alih sebagai wadah mendayagunakan potensi sekaligus membantu anak-anak jalanan meningkatkan taraf hidupnya.

”Pada prinsipnya kita ingin terapkan konsep employment model. Jadi tidak hanya semata-mata tujuan ekonomi saja tapi bagaimana mengubah mereka dari attitude, karakter dan kemandirian,” ungkapnya.

Nara Kreatif  dibentuk oleh Neza di tahun 2012 yang kala itu masih kuliah di Politeknik Negeri Jakarta. Kebetulan Neza mendapatkan modal dari kampusnya.  Dari modal program mahasiswa wirausaha, roda Nara Kreatif digerakkan. Neza bersama beberapa temannya turun ke jalan  seraya mengumpulkan anak-anak jalanan untuk berkarya bersamanya.

Pada awalnya mengajak mereka bukanlah perkara mudah. Neza mempelajari terlebih dahulu karakteristik anak jalanan.  “Caranya tidak langsung menanyakan maksud dan tujuan melainkan salah satu teman mereka kami dekati. Memang karena dia tidak full aktivitasnya di jalanan. Sebulan mendekati mereka barulah kami meminta untuk berkarya bersama kami.”tutur Neza beberapa waktu lalu di Markas Nara Kreatif di Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Mereka menerima kami dan mereka menjelaskan apa dibutuhkan dan apa yang membuat mereka seperti itu, rintangan tersulitnya adalah keterbatasan dana kami miliki. Untuk memancingnya terkadang kita harus punya uang baru bisa membuatnya tertarik.”

Di Nara Kreatif, mereka membuat bubur kertas dan pengurai serat, tujuan untuk mereka membuat kertas daur ulang. Dari situlah anak jalanan yang didik Nara Kreatif mendapatkan nilai ekonomi.

Seiiring berjalannya waktu, modal kampus habis untuk bayar mesin, sewa rumah dan biaya operasional lainnya. Di awal berdiri kala itu  bersama beberapa rekannya, tinggalah Neza bersama salah seorang rekannya bernama Dian Hardiyanti Karen yang bertahan. Neza tak patah arang, malah usahanya bersama anak jalanan semakin berkembang.

“ Saya mempunyai tanggung jawab, disaat diberikan tugas harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Ini bisa dikatakan tanggung jawab moral saya untuk terus menjalankan Nara Kreatif” tutur pria kelahiran Padang, 8 April 1991 ini.

Konsep Nara Kreatif sendiri adalah Green Office yang mana limbah dari perusahaan dikelola hingga menjadi sesuatu yang berguna.  “Limbah mereka tidak ada yang bertangggung jawab dan kami memberikan solusi. Limbah itu kami olah dan mereka beli lagi sesuai kebutuhannya. Selain itu juga kami alokasikan untuk kegiatan sosial.” kata Neza.

Limbah yang dimaksud ituberupa olah berupa kertas, HVS dan kardus yang kemudian  dibuat beberapa kategori sepertioffice supply, ada juga untuk kebutuhan dekorasi, packing, paper bag,  box give dan yang lainnya. kemudian didistribusikan ke beberapa perusahaan yang menjalin kerjasama dengan Nara Kreatif.

“Selain produk, kami juga bekerja sama di bidang jasa. Kami diberikan kepercayaan untuk menjalankan program pelatihan. Kami ditunjuk oleh perusahaan untuk memberikan pelatihan dan yang mengajarkan adalah anak didik yang telah diasmarakan di Nara Kreatif”kata Neza.

Akan halnya dengan promosi produk dari Nara Kreatif. Produk-produk yang dijual masih  bersifat offline. Pasalnya, dari dulu Nara Kreatif menawarkan produk ke perusahaan secara langsung. Namun rencana kedepannya, Nara Kreatif akan memanfatkan penjualan online sebagai media mempromosikan sekaligus menjual produknya.

Lantas bagaimana dengan omzet Nara Kreatif? Neza mengatakan  masih bersifat fluktuatif. Walaupun hasilnya belum tentu, tetapi Neza  mentargetkan pendapatan hingga  puluhan juta dalam sebulanya untuk biaya operasional.”Dan memang kegiatan kami masih perlu banyak dukungan, semakin hari kegiatan semakin bertambah. Belum lagi dengan biaya over headnya atau biaya yang tidak terduga.” tutur Neza.

Nah, selain memproduksi limbah kertas daur ulang. Nara Kreatif juga mengembangkan kegiatan sosial dengan mendirikan asrama untuk anak asuh dan program kejar paket gratis dari  SD sampai SMA pada 2013. Tujuan diadakannya program ini adalah bagaimana anak yang putus sekolah dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  Selain itu rencananya Nara Kreatif juga ingin memberikan pendampingan dan usaha bagi mereka yang ingin berwirausaha.

Program dimulai pada  pagi sampai sore, anak yang tinggal disini mengerjakan produk yang kreatif,  malam harinya setiap hari Selasa, dan hari seterusnya pendidikan sekolah kejar paket gratis. Selain  itu ada pula program nara bersih dimana mereka yang tinggal disini  membersihkan lingkungannya.

Selain visi Nara Kreatif menjadi rumah kreatif melayani umat yang berbasis kekeluargaan, juga melakukan sejumlah kegiatan di luar seperti pameran dan kegiatan sosial lainnya.  Nara Kreatif juga memperoleh prestasi juara pertama Wirausaha Sosial Mandiri 2014 dan menjadi Duta Sosial Nasional 2014. Bahkan salah satu pungawa Yayasan Nara Kreatif, Dian Hardiyanti Karren,juga dianugerahi sebagai Pemenang Favorit 2014 Women Of Worth Loreal Paris.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X