Siapa bilang barang bekas tidak bisa berubah menjadi barang yang memiliki nilai seniyang tinggi, lihat saja Ilham Hadi Kusuma, lewat tangan kreatifnya ia menyulap paralon bekas menjadi berbagai barang dengan nilai jual yang tinggi.
Ilham mampu menghasilkan beraneka ragam produk bernilai seni tinggi dari bahan baku paralon PVC, mulai dari lampion, furniture, lampu tempel, lampu sudut, bingkai lukisan, hingga tempat botol. Uniknya hasil kerjinan tangan nya memiliki tekstur dan penampilan yang menyerupai kayu.”Itu berkat efek bakar pada peralon,” kata pria asal Sukabumi tersebut.
Awalnya Ilham adalah pengrajin kayu, karena ia prihatin dengan kondisi hutan kita yang semakin gundul ia pun menggati bahan baku kerajinannya dengan peralon, “Saya hanya ingin menjaga kelestarian alam,”kata Ilham.
Menurut Ilham, mulanya ia menemukan bahan baku peralon ini karena coba-coba. Di rumahnya banyak peralon bekas ia pun mulai berfikir untuk membuat peralon tersebut menjadi barang yang bermanfaat, “3 tahun lamanya saya belajar untuk membuat paralon menjadi produk yang bisa dijual,” kata Ilham.
Ilham mengaku dalam sebulan dirinya bisa menjual produk sebanyak 200 item dengan omzet penjualan Rp.65 juta – Rp.75 juta. “Harga produk rata-rata Rp. 200.000,” ungkap Ilham.
Selain melayani permintaan dalam negeri, Ilham juga memasarkan produknya hingga ke luar negeri seperti Australia, Brunei, Jepang hingga Cina. “Sebenarnya permintaan dari luar negeri banyak tapi kita ngga sanggup untuk melayani,” kata Ilham.
Berbicara masalah kualitas produk, Ilham menjamin produk-produknya bisa bertahan sampai puluhan tahun,”Saya tidak mungkin menjual produk yang tidak bagus, karena akan merugikan saya,”ungkap Ilham.
Kendala Ilham dalam menjalani bisnis nya saat ini adalah ia tidak bisa melayani penjualan dalam skala besar. Pernah ia mendapat pesanan sebanyak satu konteiner tapi tidak bisa menyanggupinya “Maklum SDM kita sangat kurang, dalam sebulan kita hanya bisa memproduksi 300 item,” kata Ilham
Ilham sendiri mengaku dirinya sudah mempatenkan produk-produknya, bahkan Ilham berani mangaku dirinya adalah orang yang pertama kali menjadi pengrajin peralon di Indonesia.
Pihak Kabupaten Sukabumi sendiri berencana ingin membuat produknya menjadi ikon kerjainan khas Sukabumi “Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak kabupaten Sukabumi yang telah mempromosikan produk-produknya,”jelas Ilham.
Ilham berharap produknya bisa internasional ”Saya ingin melatih pemuda-pemuda di kampung saya untuk belajar membuat peralon bakar, sehingga bisa menaikkan produksi usaha saya,” kata Ilham.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU