
hariansuara.com - Setiap tahun seluruh umat Islam di dunia pasti memperingati Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban. Untuk 1446 Hijriah, kita merayakan Idul Adha tepat pada 6 Juni 2025.
Dr. KH. Mulawarman Hannase, Lc. MA, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta (2024-2028) menyampaikan pada @masjidistiqlalofficial, bahwa berdasarkan jumhur ulama, ibadah qurban sangat dianjurkan bagi yang memiliki kemampuan atau kelebihan materi untuk melaksanakan ibadah qurban.
Serupa disampaikan Ustadz Adi Hidayat (UAH) pada suatu tausiyahnya, bahwa berkurban merupakan amalan yang hukumnya sunnah muakkad. Paling dianjurkan dilakukan pada perayaan Idul Adha, seperti difirmankan Allah Allah SWT pada Surah Al Kautsar Ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانۡحَرۡ ؕ ٢
"Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah."
Pun, tertuang dalam Al Quran, Surah Al Hajj: 34, yang berbunyi:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ
"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS. Al Hajj: 34)
Dirunut, Idul Adha mengacu kepada kisah dan sejarah panjang Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, pada 10 Dzulhijjah. Karena ketaatan kepada perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim menyembelih putranya, Nabi Ismai.
Namun, Allah mengganti tubuh Nabi Ismail dengan seekor domba. Sejak peristiwa itu hingga kini dilakukan penyembelihan hewan kurban pada 10 Dzulhijjah, hingga 3 hari setelahnya (Hari Tasyrik)
Sementara itu, ulama besar Indonesia Buya Hamka rahimahullah mengatakan, berkurban pada Idul Adha bukan hanya kewajiban, melainkan hak istimewa dari Allah kepada hamba-Nya. Karena itu seharusnya, Idul Adha disambut dengan rasa syukur, ikhlas dan bahagia.
Ditegaskan pula oleh rahimahullah, penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual, tetapi bernilai sosial tinggi. Daging hewan kurban (kambing, domba sapi, unta) dibagikan kepada sesama yang kurang mampu. Berarti ini membantu meringankan beban sesama sehingga meningkatkan rasa persaudaraan antarumat.
Pun, mengajarkan ketakwaan, bagaimana Nabi Ismail taat kepada ayahandanya, Nabi Ibrahim.
Selamat mempersiapkan diri menyambut Idul Adha. Selamat memetik hikmah dan meningkatkan ketakwaan kepada Sang Khalik. (*) MTS Foto: @masjidistiqlalofficial
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU