
hariansuara.com, Jakarta - Indonesia sukses besar sapu bersih seluruh delapan medali emas di pertandingan final cabang pencak silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Senin, kemarin.
Delapan nomor final yang dipertandingkan di cabang olaharaga pencak silat itu adalah tunggal putri, ganda putra, beregu putra, kelas B (50-55 kg) putra, kelas B putri, kelas C (55-60) kg putra, kelas c putri, dan kelas E (65-70 kg) putra. Puspa Arumsari mengawali dominasi Indonesia dengan meraih emas pertama setelah meraih poin tertinggi di kelas seni tunggal putri.
Dilansir Antara, Selasa, (28/8), Puspa meraih poin tertinggi, yakni 467, mengalahkan pesilat Singapura Nurzuhairah Mohammad Yazid dengan poin 445 yang meraih medali perak dan pesilat Filipina, Cherry May Regalado, dengan poin 444 yang harus puas kebagian perunggu. Sukses Puspa disusul rekannya di nomor ganda putra, yaitu Yola Primadona Jampil dan Hendy berhasil meraih poin tertinggi, yakni 580.
Mereka menyisihkan saingan terberat asal Vietnam (Duc Danh Tran dan Hong Quan Le) dengan poin 562, serta pasangan Malaysia Mohd Taqiyuddin Hamid dan Muhammad Afifi Nordin (560).
Pencak silat menjadi tambang emas bagi kontingen Indonesia dengan merebut enam emas lainnya, masing-masing melalui beregu putra, Aji Bangkit Pamungkas di kelas I putra (85kg-90kg), Komang Harik Adi Putra (Kelas E putra), Iqbal Candra Pratama (Kelas E putra), Sarah Tria Monita (Kelas C putri), dan Abdul Malik (Kelas B putra).
Abdul Malik mengatakan bahwa kemenangan tersebut dipersembahkan kepada keluarganya."Medali emas ini kupersembahkan untuk keluargaku," kata Malik. "Belum tahu uangnya (bonus) akan digunakan untuk apa. Tapi, saya berkeinginan untuk membangun tiga masjid di Sulut, salah satunya di Bitung," katanya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU