
hariansuara.com, Jakarta - Di Indonesia sosok Chutinant Bhirombhakdi asing terdengar. Namun, di Thailand khususnya di kalangan atlet difabel, Chutinant adalah pribadi yang disegani. Bisa dibilang di negeri gajah putih itu, Chutinant adalah bapaknya atlet difabel Thailand karena dedikasi totalnya.
Kedekatan hati ke para atletnya tidak diragukan. Chutinant tidak segan turun ke lapangan dan rutin memberikan arahan langsung ke atlet. Tak jarang pula dia merangkul para atlet sebagai luapan rasa sayangnya.
Chutinant pernah berkata sangat peduli dengan masalah sosial, terutama bagi orang-orang cacat. Dia terinspirasi oleh para atlet ini. "Saya adalah orang yang sangat sportif, dan ketika saya melihat para atlet latihan dan berjuang, itu adalah penghargaan yang sangat pribadi. Kami telah mencapai sukses besar di bidang olahraga ini secara internasional" katanya dilansir hotchkiss.org.

Dalam Paralympics London 2012, Thailand berhasil memenangkan empat medali emas, mencapai peringkat ke-33. Di Paralympic Games 2016, Thailand menurunkan 45 atlet dan memboyong 6 medali emas, 6 perak dan 6 perunggu. Sementara di Pesta olahraga difabel Asia 2018 yang diselenggarakan di Jakarta, Thailand berhasil meraih 23 emas, 33 perak, dan 50 perunggu. Total 43 negara anggota Komite Paralimpiade Asia mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam Pesta Olahraga Difabel Asia 2018.

Yup, dunia olahraga memang menjadi bagian penting dari kehidupan Bhirombhakdi. Bhirombhakdi sempat belajar karate saat kuliah di Universitas Boston. "Saya ingin bermain olahraga di kampus, tapi saya terlalu kecil untuk sepak bola dan tidak cukup baik untuk tim hoki. Jadi saya bergabung dengan kelas karate."
Dan saat di New York, dia pernah mengajar karate di Universitas Columbia. Bagi Bhirombhakdi, disiplin adalah kuncinya. "Ini sangat membebani tubuh tetapi ini menghasilkan hubungan yang kuat, dan kami menjadi dekat. Ketika seorang mantan guru meminta untuk melatih Tim Karate Nasional Thailand, saya setuju. Saya melakukan ini pada 1987 untuk Asian Games (SEA) ke-14 di Jakarta, Indonesia, dan kemudian lagi pada tahun 1989 untuk SEA Games ke 15 di Kuala Lumpur, Malaysia. "

Untuk Paralympic Games berbagai dukungan telah dilakukannya. Salah satu dukungannya pada Paralympic Games 2016 di Rio de Janeiro. Chutinant meluncurkan kampanye # HEROparalympic2016 dan mengundang orang-orang Thailand untuk mengirim dukungannya melalui media online dengan mengklik “like ”di halaman penggemar Facebook Paralympic Thailand dengan tag hash # HEROparalympic2016.
Dikutip nationmultimedia.com, Chutinant mengatakan kampanye Ini adalah kesempatan di mana orang-orang Thailand dapat menyaksikan bakat para atlet paralympik Thailand yang membawa nama negara mereka dengan komitmennya.

Di tahun 2018, Chairman Singha Estate dan Senior Vice Presiden Singha Corporation Co.,Ltd ini membuat sebuah karya yang luar biasa untuk Thailand yaitu film dokumenter yang tayang di True 4u Tv Thailand tiap minggunya.
President National Paralympic Thailand ini membuat profil story masing- masing atlet nasional Thailand dinamakan "Chutinant Bhirombhakdi Chanel"yang sudah tayang 65 episode dalam kurun waktu 2 tahun ini. Lewat Chutinant Bhirombhakdi Chanel, masyarakat diharapkan dapat mengenal para atlet difabel Thailand secara dekat.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU